Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Temuan Dugaan Telur Belatung di Menu MBG, Wali Murid di Kampak Desak Evaluasi Serius SPPG

Zaki Jazai • Selasa, 21 April 2026 | 11:07 WIB
Diduga ada telur belatungg dalam makanan tersebut. (ilustrasi GPT AI)
Diduga ada telur belatungg dalam makanan tersebut. (ilustrasi GPT AI)

KAMPAK, Radar Trenggalek – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kampak menuai sorotan setelah muncul dugaan temuan telur belatung dan ulat pada menu makanan yang dibagikan kepada siswa.

Peristiwa yang terjadi Senin (13/4) itu memicu kekhawatiran para wali murid terkait kualitas dan keamanan konsumsi anak-anak.

Temuan tersebut dilaporkan terjadi di lingkungan TK hingga SDN 1 Karangrejo. Sejumlah orang tua mengaku menemukan kejanggalan pada menu ayam yang dibawa pulang anak mereka.

Salah satu wali murid yang mengaku berinisial NL mengaku mendapati adanya benda mencurigakan yang diduga telur belatung dalam makanan tersebut. “Kemarin, kami melihat ada seperti telur belatung di menu MBG anak saya. Untungnya anak saya membawa pulang makanan itu, jadi tidak dimakan dan langsung kami buang,” ujarnya.

Baca Juga: MBG Dilarang Dirapel , Agar Segar Tiap Hari , Untuk Jaga Kualitas Gizi

Pascakejadian tersebut, kekhawatiran orang tua meningkat. Mereka mengaku kini lebih waspada dan rutin mengingatkan anak-anak agar tidak sembarangan mengonsumsi makanan yang diterima.

“Kami sekarang lebih khawatir. Saya selalu mengingatkan anak kalau makanannya berbau atau mencurigakan, jangan dimakan,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan wali murid lain, Nora (nama samaran). Dia menyebut anaknya sempat mengonsumsi sebagian makanan karena tidak mengetahui adanya masalah pada menu tersebut. “Anak saya sempat makan karena tidak tahu. Yang dibawa pulang hanya nasinya saja,” katanya.

Tidak hanya di lingkungan sekolah, dugaan masalah kebersihan makanan juga disebut terjadi pada layanan lain. Seorang tokoh masyarakat setempat mengungkap adanya temuan ulat pada makanan yang didistribusikan ke posyandu.

“Ada juga laporan menu yang dikirim ke posyandu. Warga menemukan ulat di dalam ompreng. Hal ini membuat penerima merasa jijik,” ungkapnya.

Baca Juga: Pedagang Keluhkan Harga Plastik

Atas kejadian ini, para wali murid mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam hal pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan.

Hingga berita ini ditulis, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trenggalek belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada koordinator wilayah juga masih belum membuahkan hasil.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut program pemenuhan gizi bagi anak-anak. Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

“Harapan kami, pihak terkait harus segera melakukan evaluasi serius. Program ini menyasar anak-anak, jadi jangan sampai menimbulkan risiko kesehatan seperti keracunan,” tegas Nora. (jaz/c1/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#SDN 1 Karangrejo #kualitas dan keamanan konsumsi anak #kecamatan kampak #SPPG #program Makan Bergizi Gratis