KAMPAK, Radar Trenggalek - Pemerataan layanan air bersih melalui program pipanisasi di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, masih belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh warga. Hingga saat ini, tercatat 460 kepala keluarga (KK) belum tersambung jaringan pipa sambungan rumah (SR).
Sekretaris Desa Ngadimulyo, Parli mengungkapkan, pembangunan jaringan pipanisasi memang sudah mulai dilakukan.
Namun, jaringan yang dibangun masih terbatas pada pipa utama, belum menyentuh sambungan langsung ke rumah warga. “Kemarin itu sempat ada survei dari PU untuk pipa. Kita juga masih menunggu kelanjutannya,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat sebagian warga belum bisa menikmati akses air bersih secara maksimal.
Pasalnya, pipa utama yang akan terpasang nantinya tidak dilengkapi dengan pembangunan jaringan pipa SR yang menjadi penghubung langsung ke rumah-rumah warga. “Pipanya itu yang dibangun baru pipa utama, bukan yang sambungan rumah,” jelasnya.
Baca Juga: Kini Peningkatan Kebutuhan Administrasi Warga
Parli menambahkan, berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di desa pada tahun sebelumnya, didapatkan data adanya ratusan KK belum teraliri air bersih melalui sistem pipanisasi SR tersebut.
Hal ini menjadi perhatian pemerintah desa agar segera mendapat tindak lanjut dari pemerintah kabupaten. “Masih ada sekitar 460 KK belum tersambung pipa,” ungkapnya.
Dia berharap program pipanisasi tidak berhenti pada pembangunan jaringan utama, tetapi juga dilanjutkan hingga ke tingkat sambungan rumah. Dengan begitu, seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dari program penyediaan air bersih secara merata.
Pemerintah desa pun terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar realisasi sambungan rumah dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan warga. (tra/c1/din)