Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Angkutan Sekolah Belum Jalan, Disperkimhub Petakan Kebutuhan Siswa

Zaki Jazai • Selasa, 21 April 2026 | 11:09 WIB
PARKIR DULU: Armada angkutan sekolah yang saat ini belum dioperasikan karena masih dilakukan survei peminatan terlebih dahulu. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)
PARKIR DULU: Armada angkutan sekolah yang saat ini belum dioperasikan karena masih dilakukan survei peminatan terlebih dahulu. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTARadar Trenggalek – Pelajar yang biasa mengandalkan angkutan gratis untuk pergi sekolah harus bersabar. Pasalnya, layanan angkutan antar-jemput pelajar gratis di Bumi Menak Sopal untuk sementara belum dioperasikan.

Sebab, hingga pertengahan April 2026, dinas perumahan, kawasan permukiman, dan perhubungan (disperkimhub) masih menahan operasional armada sambil menyiapkan survei permintaan siswa.

Langkah ini dilakukan sebagai strategi baru agar layanan angkutan pelajar benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan. Hal itu diakui oleh Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Disperkimhub Trenggalek, Budi Supriyanto

Menurut dia, hingga saat ini belum ada satu pun armada yang dijalankan, baik kendaraan dinas maupun angkutan sewa. “Sampai hari ini, kami memang belum melaksanakan pelayanan angkutan pelajar. Tahun ini kami mengubah pola dengan melakukan survei peminatan terlebih dahulu,” ujarnya.

Baca Juga: Survei Karakteristik Pola Perjalanan

Menurut dia, kebijakan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, layanan angkutan pelajar sudah mulai berjalan sejak Maret. Namun kali ini pemerintah ingin memastikan setiap rute dan armada benar-benar berdasarkan kebutuhan riil siswa.

“Survei ini penting untuk menentukan titik penjemputan, rute perjalanan, hingga jumlah armada yang dibutuhkan di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Meski operasional ditunda, disperkimhub memastikan komitmennya untuk tetap melayani seluruh wilayah di Kabupaten Trenggalek, termasuk daerah pelosok. “Kami tetap menjangkau seluruh wilayah, baik yang dekat pusat kota maupun kecamatan yang jauh. Semua menjadi prioritas layanan,” tegasnya.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan total 40 armada yang terdiri dari 4 kendaraan dinas dan 36 angkutan sewa yang melibatkan pihak ketiga. Selain itu, anggaran sekitar Rp 1,3 miliar (M) juga telah dialokasikan untuk operasional selama satu tahun.

Namun, disperkimhub menilai perlu adanya penyesuaian berbasis data di lapangan. Selama ini, jumlah penumpang angkutan pelajar tergolong dinamis, bahkan sering tidak konsisten antara keberangkatan dan kepulangan.

Baca Juga: Pembangunan KDMP Tersendat Bangunan Lama, Lebih Lambat, Kini Capai 70 Persen

“Sering kali siswa berangkat menggunakan angkutan pelajar, tetapi saat pulang tidak. Ini yang ingin kami petakan melalui survei,” ungkapnya.

Berdasarkan data sebelumnya, layanan ini mampu mengangkut sekitar 750 hingga 800 siswa per hari, dengan konsentrasi tertinggi di Kecamatan Trenggalek, Munjungan, dan Panggul.

Dengan pendekatan baru ini, disperkimhub berharap program angkutan pelajar tidak hanya berjalan, tetapi juga lebih efektif, efisien, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Dengan penundaan sementara ini, kami berharap menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem layanan, sehingga ke depan angkutan pelajar di sini (Trenggalek, Red) dapat berjalan lebih optimal dan tepat guna,“ jelas Budi. (jaz/c1/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#angkutan gratis #Bidang Angkutan #trenggalek #Disperkimhub #budi supriyanto