Refleksi atas Perjuangan Perempuan dan Kesetaraan Hak

Fatra Aditya • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 14:33 WIB
PROFESIONAL: Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Dilia Ratna Dewi, Sp.KFR.
(RSUD DR SOEDOMO UNTUK RADAR TRENGGALEK)
PROFESIONAL: Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Dilia Ratna Dewi, Sp.KFR. (RSUD DR SOEDOMO UNTUK RADAR TRENGGALEK)

PERINGATAN Hari Kartini bukanlah seremonial tahunan belaka, melainkan juga menjadi refleksi atas perjuangan perempuan dalam memperoleh hak yang setara, terutama di bidang pendidikan maupun pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Dilia Ratna Dewi SpKFR, yang menilai semangat Kartini masih relevan hingga saat ini.

Menurut dia, perjuangan RA Kartini telah membuka akses pendidikan bagi perempuan yang sebelumnya sangat terbatas.

Dia menilai, jika Ibu Kartini tidak ada mungkin perempuan masih belum bisa menikmati pendidikan, apalagi pendidikan tinggi.

“Kalau tidak ada Ibu Kartini, mungkin perempuan masih belum bisa pendidikan tinggi. Saya juga mungkin tidak bisa sekolah seperti sekarang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, meskipun saat ini kesempatan perempuan sudah jauh lebih luas dibanding masa lalu, masih terdapat tantangan dalam kesetaraan gender di berbagai sektor.

“Kesempatan perempuan memang lebih luas, tapi kadang masih ada isu kesetaraan gender. Kesempatan perempuan masih berbeda dengan laki-laki,” katanya.

Dia mencotohkan di bidang kesehatan, dengan melihat perkembangan yang positif dengan meningkatnya jumlah tenaga medis perempuan. Namun, stigma terhadap perempuan masih ada, termasuk dalam hal kepercayaan pasien.

“Kadang masih dipandang berbeda. Ada yang lebih percaya dokter laki-laki, walaupun sekarang sudah jauh lebih baik,” jelasnya.

Menurut dia, Hari Kartini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan pengingat bahwa perjuangan untuk kesetaraan masih harus terus dilanjutkan seiring dengan perubahan zaman dan tantangan yang dihadapi perempuan masa kini.

Dia berharap ke depan perempuan mendapat kesempatan yang sama dalam berbagai bidang, termasuk dalam posisi kepemimpinan.

“Harapannya tetap diberikan kesempatan yang sama sehingga perempuan bisa menunjukkan kemampuan di banyak bidang,” tuturnya. (tra/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Momentum Hari Kartini dr. Dilia Ratna Dewi rsud dr soedomo trenggalek trenggalek