KOTA, Radar Trenggalek – Rencana pengembangan infrastruktur jalan melalui anggaran hasil utang di Bumi Menak Sopal belum bisa direalisasikan. Pasalnya, anggaran yang direncanakan sebesar Rp 70 miliar hingga kini belum cair ke kas daerah.
Dana pinjaman yang diajukan Pemkab Trenggalek melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Namun, secara realisasi, anggaran tersebut belum bisa digunakan karena masih menunggu tahapan administrasi lanjutan.
Sebenarnya, secara struktur anggaran, pinjaman tersebut sudah sah masuk dalam perencanaan. Tetapi dana belum tersedia secara fisik di rekening daerah.
“Kalau di struktur APBD sudah, karena mekanisme perencanaan anggaran demikian. Tapi kalau masuk rekening daerah belum, masih ada beberapa tahapan harus dilalui,” jelas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Trenggalek, Edi Santoso.
Dia mengungkapkan, kini proses masih berada pada tahap menuju penandatanganan perjanjian pinjaman. Setelah itu, masih ada tahapan lanjutan sebelum dana dapat dicairkan.
“Tahap menuju penandatangan perjanjian utang. Setelahnya nanti ada tahap syarat berlaku efektifnya perjanjian, dan selanjutnya pengajuan transfer ke rekening daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Temuan Dugaan Telur Belatung di Menu MBG, Wali Murid di Kampak Desak Evaluasi Serius SPPG
Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah program prioritas daerah, termasuk proyek pengembangan jalan yang direncanakan untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah.
Meski demikian, Edi optimistis proses pencairan dapat segera rampung dalam waktu dekat. Pemerintah kabupaten (pemkab) menargetkan dana pinjaman tersebut bisa mulai masuk pada pertengahan tahun ini.
Sementara menunggu kepastian pencairan, pelaksanaan proyek masih belum bisa dimulai. Pemkab memilih menahan realisasi agar tidak menimbulkan persoalan anggaran di kemudian hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa proses administratif dalam skema pinjaman daerah masih menjadi faktor penentu utama percepatan pembangunan. Termasuk proyek jalan di Trenggalek yang hingga kini masih menunggu kepastian ketersediaan anggaran.
“Semoga saja Mei-Juni ini sudah masuk dan dapat dimanfaatkan dananya untuk program prioritas yang direncanakan,” papar mantan kepala DPMPTSP ini. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana