WATULIMO, Radar Trenggalek – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Trenggalek dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah kejadian bencana.
Badan Penang Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono menyampaikan, curah hujan tinggi telah menyebabkan kerusakan infrastruktur hingga kejadian tanah longsor di beberapa titik.
“Cuaca dengan intensitas hujan tinggi seperti ini berpotensi memicu berbagai bencana. Masyarakat harus lebih waspada, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir,” ujarnya.
Salah satu kejadian terjadi di Dusun Gares Kebon, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Pilar jembatan penghubung RT 25 dan RT 26 dilaporkan mengalami retak setelah diguyur hujan pada Selasa (21/4) malam.
Akibatnya, akses jalan antar-RT tidak dapat dilalui kendaraan dan sementara waktu ditutup demi keselamatan warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan tersebut mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Baca Juga: Lumpuh Total, Longsoran Timpa Mobil Mendadak di KM 16 Kini Korban Selamat dan Syok
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD bersama TNI, perangkat desa, dan warga langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan pengamanan area.
Selain itu, kejadian tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Dusun Gembes, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Rabu (22/4). Tebing sepanjang kurang lebih 20 meter dengan tinggi sekitar 3,5 meter longsor di samping rumah warga.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa tersebut. Namun, BPBD tetap mengingatkan potensi longsor susulan masih bisa terjadi jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Kami sudah melakukan asesmen dan mengimbau warga untuk berhati-hati. Potensi longsor susulan masih ada, terutama jika hujan terus berlangsung,” jelas Triadi.
Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di jalur utama Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di KM 16 wilayah Kecamatan Tugu. Jalur tersebut sempat ditutup total sementara waktu akibat kondisi yang tidak aman, sembari menunggu cuaca kembali stabil.
Baca Juga: Jalur Terdampak Longsor Ditutup Kembali Kendaraan Diimbau lewat Jalur Alternatif
BPBD menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca saat ini. Warga diminta tidak memaksakan diri melintas di jalur rawan serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda potensi bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat hujan turun. Jika ada retakan tanah, pohon miring, atau tanda lain, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” tandasnya.
BPBD bersama lintas sektor terus bersiaga untuk melakukan penanganan cepat di lapangan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Untuk KM 16 sebenarnya yang paling bahaya bukannya saat hujan, melainkan pascahujan, karena bebatuan di atas tebing masih labil. Makanya untuk meminimalisasi risiko, jalan tutup total dahulu sampai kondisi stabil, “ Jelas Triadi. (jaz/c1/din)
Editor : Isna Dzikirianti