Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Rp 70 Miliar Mulai Digulirkan Dari Pinjaman PT SMI, Kini Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Zaki Jazai • Kamis, 23 April 2026 | 11:33 WIB
HARUS LEBIH BAIK: Proses perbaikan jalan di wilayah Trenggalek nantinya jadi prioritas pembangunan setelah dana pinjaman cair.  (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
HARUS LEBIH BAIK: Proses perbaikan jalan di wilayah Trenggalek nantinya jadi prioritas pembangunan setelah dana pinjaman cair. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Dana pembiayaan dari skema pinjaman daerah mulai memasuki tahap pencairan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus fokus penggunaan anggaran tersebut untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan pengembangan kawasan pariwisata.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan akta pembiayaan antara Pemkab Trenggalek dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Selasa (21/4).

Sebenarnya, sebelum proses penandatanganan, skema pembiayaan ini telah dirancang sejak tahun sebelumnya sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan daerah.

“Proses ini tidak ujuk-ujuk. Sudah kita siapkan sejak tahun lalu dan masuk dalam dokumen perencanaan. Pembiayaan ini menjadi salah satu solusi percepatan pembangunan di tengah keterbatasan APBD,” ujar Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Total pembiayaan yang disepakati mencapai Rp 70 miliar, dengan rincian Rp 41 miliar untuk infrastruktur jalan dan Rp 29 miliar untuk pengembangan pariwisata serta kawasan perkotaan. Masa pengembalian ditetapkan selama 42 bulan atau sekitar 3,5 tahun sejak pencairan.

Dari situ, fokus pembangunan tidak hanya pada jalan semata, tetapi juga diarahkan pada sektor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau semua hanya untuk jalan, memang membuka akses, tapi belum tentu langsung menghasilkan pendapatan. Maka kita kombinasikan dengan sektor pariwisata dan perkotaan agar ada pengungkit ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga: Utang Pemkab Rp 70 Miliar Belum Cair Dari Pinjaman PT SMI, Proyek Jalan Tersendat

Menurut dia, penataan kawasan kota dan pengembangan destinasi wisata diyakini mampu meningkatkan trafik kunjungan yang berdampak pada tumbuhnya peluang usaha baru di masyarakat.

Dia mencontohkan sejumlah lokasi yang akan disentuh, seperti kawasan Pantai Prigi, Goa Lowo, hingga Dilem Wilis yang diharapkan menjadi koridor baru pengembangan ekonomi berbasis wisata.

“Kalau kota makin cantik, trafik meningkat. Kalau trafik meningkat, peluang bisnis ikut tumbuh. Itu yang kita kejar,” imbuhnya.

Di sisi lain, Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Prasnawa menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemkab Trenggalek dalam memanfaatkan skema pembiayaan untuk pembangunan.

“Kami men-support inisiatif ini dengan pembiayaan untuk dua sektor, yakni jalan dan pariwisata. Ini bukan kerja sama pertama, sebelumnya juga sudah ada dan hasilnya bisa dirasakan,” katanya.

Dia menambahkan, skema pencairan dilakukan secara bertahap sesuai progres proyek guna memastikan akuntabilitas dan tata kelola tetap terjaga.

“Pencairan dilakukan berbasis proyek agar transparansi dan realisasi pembangunan bisa terkontrol dengan baik,” jelasnya.

Faaris juga menilai pembiayaan daerah bukan semata menjadi beban, melainkan instrumen percepatan pembangunan jika dikelola secara tepat. 

“Pembiayaan ini justru menjadi alat untuk mempercepat pembangunan daerah, bukan beban, selama dikelola dengan baik,” tegasnya.(jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Mochamad Nur Arifin #pt sarana multi infrastruktur #bupati trenggalek #pad trenggalek #Pemkab Trenggalek