POGALAN, Radar Trenggalek – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Menak Sopal kembali menjadi sorotan. Kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Pogalan. Pasalnya, menu makanan yang dibagikan kepada siswa di salah satu SMK dilaporkan dikembalikan secara menyeluruh karena diduga berbau dan tidak layak konsumsi, Rabu (22/4).
Informasi yang dihimpun, makanan tersebut merupakan distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pogalan 2 di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari. Seluruh siswa penerima manfaat memilih tidak mengkonsumsi menu yang diberikan dan mengembalikannya ke dapur MBG.
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, kondisi makanan yang dibagikan tidak layak untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Utang Pemkab Rp 70 Miliar Belum Cair Dari Pinjaman PT SMI, Proyek Jalan Tersendat
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa terkait kualitas makanan program MBG.
“Iya betul, semua kembali, di dalam menu bau dan tidak layak konsumsi. Menunya hari ini chicken ball crumble, tahu goreng, salad sayur, sup untuk porsi kecil,” ujarnya, kamis (23/4).
Baca Juga: Angkutan Sekolah Belum Jalan, Disperkimhub Petakan Kebutuhan Siswa
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Trenggalek, Neo Ordikla menyatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak sekolah.
“Saya sudah monitor, masalah di sekolah tersebut sudah dikomunikasikan antar SPPG dan sekolah dan sudah menemukan solusinya,” katanya melalui pesan singkat. Ia menambahkan, laporan resmi terkait kejadian tersebut saat ini masih dalam proses penyusunan untuk disampaikan kepada pimpinan.
“Masih dibuatkan laporan ke pimpinan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto juga membenarkan adanya pengembalian makanan oleh seluruh siswa penerima manfaat. “Yang dikembalikan semuanya, infonya masak di SPPG, dikembalikan karena bau,” jelasnya.
Menurut Sunarto, laporan dari pihak SPPG akan segera dibahas dalam rapat koordinasi sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG di Trenggalek.
“Tentu laporan dari SPPG minggu ini akan diadakan rakor evaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah pembinaan hingga teguran akan diberikan kepada pihak terkait apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program tersebut. Selain itu, laporan juga akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pembinaan dan teguran tentu dilakukan, laporan ke Badan Gizi Nasional,” tandasnya.(Jaz)
Editor : Adinda Putri Sefiana