Pelantikan Pengurus KONI Trenggalek 2026–2028, Doding Rahmadi Nahkodai Pembinaan Olahraga

Gunawan Awan • Dipublikasikan Jumat, 24 April 2026 | 10:56 WIB
BAWA SEMANGAT BARU: Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, ketika mengukuhkan pengurus KONI Trenggalek periode 2026-2028 dinahkodai Doding Rahmadi, di pendopo Manggala Praja, Kamisb(23/4).  (FOTO: AMALIA RIZKY IP/RADAR TRENGGALEK)
BAWA SEMANGAT BARU: Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, ketika mengukuhkan pengurus KONI Trenggalek periode 2026-2028 dinahkodai Doding Rahmadi, di pendopo Manggala Praja, Kamisb(23/4). (FOTO: AMALIA RIZKY IP/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek -  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek resmi melantik jajaran pengurus sisa masa bakti 2026–2028 dalam sebuah prosesi yang digelar di Pendopo Manggala Praja pada Kamis (23/04). Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam melanjutkan kepemimpinan organisasi olahraga daerah melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW).

Dalam pelantikan tersebut, Doding Rahmadi resmi dikukuhkan sebagai Ketua KONI Kabupaten Trenggalek.  Dia akan memimpin organisasi tersebut selama sisa masa bakti yang kurang dari dua tahun, hingga 2028.

Dalam sambutannya, Doding Rahmadi menegaskan, kepengurusan kali ini merupakan kombinasi antara pengurus lama yang diperpanjang masa tugasnya dengan sejumlah wajah baru yang diharapkan mampu memperkuat organisasi.

“Pelantikan hari ini merupakan bagian dari kelanjutan masa bakti melalui PAW untuk periode 2026–2028. Sebagian pengurus lama masih kami pertahankan, dan kami juga menambah beberapa pengurus baru untuk memperkuat struktur organisasi,” ujar Doding.

Dia optimistis, dengan komposisi kepengurusan yang baru, KONI Trenggalek akan semakin mampu mendorong kemajuan olahraga di daerah. Saat ini, tercatat ada 35 cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan KONI Trenggalek, yang semuanya siap berkontribusi dalam peningkatan prestasi.

Baca Juga: Dikenal Cerdas dan Dermawan

Lanjut dia, pihaknya akan menerapkan pola baru dalam manajemen cabang olahraga. Kategori pembinaan akan dibagi menjadi beberapa kelompok strategis, yakni cabor unggulan, cabor prestasi, dan cabor baru. 

“Cabor unggulan adalah yang pernah meraih medali emas atau perak, kemudian cabor prestasi yang memiliki capaian di Porprov maupun kejuaraan provinsi, serta cabor baru yang mulai berkembang dan perlu pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut dia, pembagian kategori ini penting agar setiap cabang olahraga dapat dibina secara lebih terarah dan efektif. Dengan pola tersebut, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pengurus, atlet, dan masyarakat dalam meningkatkan prestasi olahraga di Trenggalek.

Baca Juga: Turnamen Bola Voli Perebutkan Piala Ketua DPRD, Antar Dusun dan Antar Klub Se-Kabupaten Trenggalek 

Selain fokus pada pembinaan jangka panjang, KONI Trenggalek juga mulai mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Persiapan telah dimulai sejak Mei 2026, satu tahun sebelum pelaksanaan. 

“Teman-teman saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap atlet-atlet yang siap bertanding di Porprov 2027. Kami menargetkan sekitar 20 atlet untuk mengikuti program pemusatan latihan selama satu tahun penuh,” ungkap Doding.

Untuk mendukung program tersebut, KONI Trenggalek pada tahun ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 1 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembinaan atlet, pemusatan latihan, serta operasional sekretariat.

Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Jawa Timur, Muhammad Nabil, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan arahan sekaligus dorongan kepada pengurus baru KONI Trenggalek.

Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya perubahan dan peningkatan prestasi olahraga di Trenggalek. Menurut dia, olahraga adalah bidang yang dapat digeluti oleh siapa saja, asalkan didukung oleh latihan yang serius, konsistensi, dan pembinaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Pembangunan KDMP Tersendat Bangunan Lama, Lebih Lambat, Kini Capai 70 Persen

“Trenggalek harus menunjukkan perubahan dan peningkatan. Prinsipnya, olahraga bisa dilakukan siapa saja, tetapi hasilnya ditentukan oleh keseriusan, konsistensi latihan, dan jam terbang,” tegasnya.

Dia juga menilai kepemimpinan Doding Rahmadi membawa semangat baru yang diharapkan mampu meningkatkan prestasi olahraga daerah. Salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi cabang olahraga unggulan yang layak diprioritaskan dalam pembinaan.

“Fokus pada cabor unggulan akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi, baik di Porprov maupun kejuaraan lainnya. Event sebelum Porprov juga penting untuk mengukur kemampuan dan jam terbang atlet,” tambahnya. Muhammad Nabil memastikan bahwa KONI Jawa Timur siap memberikan dukungan penuh dalam mengawal persiapan KONI. (gun/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
KONI Trenggalek Ketua KONI Provinsi Jawa Timur Muhammad Nabil Doding kabupaten trenggalek