Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Minim Penghuni Rusunawa Watulimo, Kini Dari 51 Hanya Terisi 17 Kamar Dengan Tarif Murah Tak Dongkrak Hunian

Zaki Jazai • Selasa, 28 April 2026 | 11:31 WIB
BELUM DIMINTA: Kondisi Rusunawa Watulimo yang saat ini masih terisi 17 kamar dari total 51 kamar.  (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
BELUM DIMINTA: Kondisi Rusunawa Watulimo yang saat ini masih terisi 17 kamar dari total 51 kamar. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek – Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Watulimo masih belum sepenuhnya diminati masyarakat Bumi Menak Sopal. Pasalnya, meski telah kembali dibuka pascapandemi, dari total 51 unit yang tersedia, hingga kini baru 17 kamar yang terisi.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Trenggalek, Subyantoro Retno Pamuji mengatakan, kini tingkat hunian rusunawa masih relatif rendah meski berbagai upaya pemasaran telah dilakukan. “Sampai saat ini ada 17 unit yang disewa dari total 51 unit yang tersedia,” ujarnya, Senin (27/4).

Rusunawa yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2016 tersebut sempat terbengkalai sebelum akhirnya dimanfaatkan sebagai asrama Covid-19 (Ascov) pada masa pandemi 2020–2021.

Setelah pandemi mereda, pemerintah kabupaten (pemkab) kembali membuka penyewaan rusunawa tersebut. Namun, minat masyarakat masih belum signifikan.

 “Sudah kami tawarkan ke beberapa desa di Kecamatan Watulimo termasuk Prigi, Karanggandu, dan Tasikmadu, tapi belum banyak yang mendaftar,” jelasnya.

Menurut Subik, sapaan akrabnya, saat ini penghuni didominasi warga lokal Kecamatan Watulimo, terutama keluarga baru dan pekerja pabrik. Unit yang paling diminati berada di lantai dua dan tiga, sementara lantai empat masih kosong.

“Dari 17 penghuni itu paling banyak ada di lantai dua, disusul lantai tiga, dan lantai empat masih kosong. Untuk lantai satu memang tidak ada kamar yang disewakan karena rencananya untuk toko perlengkapan dan kantor,” imbuhnya.

Padahal, dari sisi tarif, rusunawa ini tergolong sangat terjangkau. Untuk lantai dua dikenakan Rp 100 ribu per bulan, lantai tiga Rp 75 ribu, dan lantai empat Rp 50 ribu per bulan.

“Kalau dibandingkan kos di sekitar sini yang bisa sampai Rp 500 ribu per bulan, ini jauh lebih murah,” jelasnya.

Selain harga sewa yang rendah, fasilitas yang diberikan juga cukup lengkap. Mulai dari dua kamar, ruang tamu, dapur, kamar mandi dalam hingga mebel seperti ranjang dan lemari.

Baca Juga: Distribusi MBG di Pogalan Diprotes Dugaan Menu Tak Layak, Satu Sekolah Pilih Kembalikan

Meski demikian, faktor pekerjaan masyarakat pesisir yang mayoritas nelayan menjadi salah satu kendala. Aktivitas melaut dengan kondisi peralatan basah dinilai kurang cocok dengan hunian vertikal seperti rusunawa. “Karakter pekerjaan warga juga berpengaruh. Banyak nelayan butuh ruang lebih untuk aktivitasnya,” terangnya.

Pemkab Trenggalek terus berupaya meningkatkan minat masyarakat dengan memperluas sosialisasi dan membuka akses pendaftaran melalui dinas terkait. 

Dengan minimnya penyewa dari daerah Kecamatan Watulimo, maka ke depan tidak menutup kemungkinan disperkimhub akan menawarkan rusunawa tersebut ke kecamatan lain bahkan luar kota.

Apalagi, selain fasilitas yang memadai, keluarga yang ingin tinggal juga akan diuntungkan dengan masa sewa juga fleksibel. Yakni, maksimal lima tahun dan dapat diperpanjang setiap tahun bagi penyewa yang masih membutuhkan.

“Kami masih terus berproses. Harapannya ke depan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan rusunawa ini,” tandas Subik. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#rusunawa #watulimo #trenggalek #Disperkimhub