KOTA, Radar Trenggalek - Hari Pendidikan bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk menegaskan kembali arah peradaban. Dalam konteks ini, kabupaten dan kota memegang posisi strategis sebagai garda terdepan penyelenggaraan pendidikan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Termasuk peran perguruan tinggi daerah seperti IAI Sunan Giri Trenggalek yang menjadi pusat pengembangan keilmuan, nilai, dan pengabdian di tengah masyarakat.
Pendidikan yang dibangun tidak cukup hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga harus menguatkan dimensi spiritual. Sebab kecerdasan tanpa nilai akan melahirkan ketajaman tanpa arah, sementara spiritualitas tanpa ilmu berisiko kehilangan daya guna.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan spiritual dan intelektual harus berjalan beriringan. Ilmu pengetahuan membimbing cara berpikir yang logis dan kritis, sementara nilai-nilai spiritual menuntun hati agar tetap jujur, rendah hati, dan bertanggung jawab.
Dari sinilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berintegritas dan semua itu berawal dari kebijakan serta praktik pendidikan di tingkat daerah, yang diperkuat oleh kontribusi aktif lembaga pendidikan tinggi.
Selain itu, penguatan riset, budaya literasi, dan inovasi menjadi pilar penting yang harus ditumbuhkan oleh pemerintah kabupaten/kota bersama perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan. Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami, mengolah, dan menghasilkan gagasan yang bermanfaat.
Riset menumbuhkan kepekaan terhadap persoalan lokal, sementara inovasi menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di sinilah daerah menjadi laboratorium peradaban tempat lahirnya ide, karya, dan terobosan.
Kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan akan tumbuh ketika daerah, termasuk institusi IAI Sunan Giri Trenggalek, mampu menghadirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga produktif dalam karya dan inovasi, serta kuat dalam moralitas.
Pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia membentuk pribadi yang bermanfaat, adaptif, dan memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya, baik di dunia maupun dalam dimensi yang lebih luas.
Momentum Hari Pendidikan ini mengingatkan kita bahwa investasi terbesar bangsa justru terletak pada keseriusan daerah dalam membangun manusia seutuhnya. Ketika kabupaten dan kota, bersama perguruan tinggi seperti IAI Sunan Giri Trenggalek, mampu menyeimbangkan akal, hati, serta budaya riset dan inovasi, maka di sanalah masa depan yang bermartabat benar-benar dimulai. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana