BENDUNGAN, Radar Trenggalek – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penyelesaian pembangunan Bendungan Bagong.
Hal tersebut perlu dilakukan agar progres penyelesaian bisa kelar sesuai target. Penegasan tersebut disampaikan saat wapres meninjau langsung progres pembangunan bendungan yang menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk mendukung ketahanan air dan pangan di wilayah selatan Jawa Timur, Kamis (30/4).
Menurut dia, pembangunan infrastruktur berskala besar seperti Bendungan Bagong tidak bisa berjalan optimal tanpa kolaborasi kuat lintas sektor.
Karena itu, seluruh pihak diminta bergerak bersama agar proyek dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat.
Baca Juga: Pembinaan Talenta Muda Masih Tahap Pematangan, Kini MNA Football Club Belum Temukan Komposisi Ideal Tim
Selain itu, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan proyek berjalan sesuai rencana, sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan agar dapat segera diatasi secara bersama.
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar pembangunan bendungan ini berjalan lancar dan selesai sesuai target,” ujar wapres.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Muhammad Noor menjelaskan, hingga saat ini progres pekerjaan menunjukkan perkembangan positif.
Sejumlah komponen utama seperti main dam, spillway, intake, hingga terowongan pengelak tengah dikerjakan.
“Pekerjaan-pekerjaan di lapangan berjalan sesuai dengan rencana. Saat ini kita sudah melaksanakan pekerjaan di main dam, spillway, intake, dan juga terowongan pengelak,” jelasnya.
Bendungan Bagong dirancang memiliki kapasitas tampung sebesar 17,40 juta meter kubik. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu mengairi sekitar 977 hektare (ha) lahan sawah di Daerah Irigasi Bagong, serta menyuplai air baku sebesar 153 liter per detik untuk wilayah Kecamatan Trenggalek, Pogalan, dan Bendungan.
Baca Juga: Wapres Gibran Datang, 250 Personel Disiagakan
“Selain itu, setelah selesai dibangun nanti, bendungan ini diharapkan mampu menekan risiko banjir Sungai Bagong yang selama ini kerap mengancam kawasan permukiman warga, “ imbuhnya.
Secara geografis, Kabupaten Trenggalek yang berada di wilayah cekungan dan menerima limpasan air dari kawasan perbukitan Gunung Liman membutuhkan sistem pengelolaan air terintegrasi.
Karena itu, keberadaan Bendungan Bagong dinilai krusial dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan air saat kemarau dan pengendalian banjir saat musim hujan.
“Kami yakin, dengan penekanan pada sinergi lintas sektor, pembangunan Bendungan Bagong tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di Trenggalek,“ jlentrehnya. (jaz/c1/din)