Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Produksi Pabrik Es Terseok-seok, Permintaan Nelayan Tinggi Milik PDAU yang Tersisa

Fatra Aditya • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:14 WIB
HARUS INOVASI: Satu-satunya unit usaha PDAU milik Pemkab Trenggalek hanya produksi setengah dari kapasitas. 
(DHARAKA R. PERDANA/RADAR TRENGGALEK)
HARUS INOVASI: Satu-satunya unit usaha PDAU milik Pemkab Trenggalek hanya produksi setengah dari kapasitas. (DHARAKA R. PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek - Kondisi unit pabrik es milik Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Trenggalek saat ini dinilai kurang optimal.

Bahkan, produksi es balok kini hanya mampu berjalan sekitar 50 persen dari kapasitas yang seharusnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Trenggalek, Cusi Kurniawati menyebut, kondisi tersebut disebabkan kerusakan mesin yang sudah lama tidak diperbarui.

Baca Juga: Kini Optimalisasi Mesin Pabrik Es

Dia menjelaskan, pabrik es tersebut harusnya bisa memproduksi es balok sebanyak 2.000 balok per hari, tetapi kini hanya dapat mencetak setengahnya.

“Produksi es balok saat ini hanya sekitar 50 persen dari kapasitas. Seharusnya bisa mencapai 2.000 balok, tapi sekarang hanya sekitar 1.000-an,” ujarnya.

Kerusakan alat produksi terutama kompresor dan cetakan menjadi faktor utama menurunnya kapasitas produksi pabrik tersebut.

Selain itu, usia mesin yang sudah tua membuat proses produksi menjadi tidak efisien. 

Di sisi lain, besaran biaya operasional tetap sama meskipun kapasitas produksi menurun.

“Prosesnya jadi lebih lama, bahkan harus mengulang. Ini berdampak pada pembengkakan biaya listrik,” imbuhnya.

Sementara itu, permintaan es balok di wilayah pesisir seperti Prigi tergolong tinggi.

Nelayan hingga industri pengolahan ikan disebut sangat bergantung pada pasokan es dari PDAU. 

“Permintaan itu selalu ada dan bahkan cenderung tinggi. Tapi karena produksi terbatas, tidak bisa memenuhi secara maksimal,” jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, pendapatan perusahaan ikut terdampak. Biaya operasional yang tinggi tidak sebanding dengan hasil produksi.

Saat ini, pemkab masih mengandalkan unit pabrik es tersebut untuk menopang pemasukan utama dari PDAU dan belum merencankan pengembangannya.

Cusi berharap, dengan fokus ke pabrik es tersebut, satu-satunya unit usaha tersebut bisa menjadi perusahaan yang sehat dan menghasilkan profit serta dapat menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

“Harapannya, kita bisa besarkan pabrik esnya gitu. Supaya nanti bisa menopang untuk operasional dan harapannya bisa profit, perusahaan lebih sehat, dan bisa menyumbang PAD seperti yang dulu-dulu".(tra/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#PDAU trenggalek #produksi es balok #Cusi Kurniawati menyebut #trenggalek