KOTA, Radar Trenggalek – Pada momen Hari Pendidikan 2026 ini, para pendidik dan tenaga kependidikan di Bumi Menak Sopal harus memaksimalkan tes kemampuan akademik (TKA). Pasalnya, pelaksanaan TKA tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan siswa, tetapi juga dijadikan tolok ukur kualitas guru dan satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Trenggalek, Agus Dwi Karyanto mengatakan, nantinya hasil TKA akan menjadi bahan evaluasi, baik untuk peningkatan kompetensi guru maupun kualitas proses belajar mengajar di setiap satuan pendidikan.
Secara umum, pelaksanaan TKA jenjang SD yang dimulai sejak 20 April 2026 berjalan lancar. Meski sempat menghadapi kendala di awal, seluruh hambatan dapat segera diatasi.
“Alhamdulillah sejak hari pertama pelaksanaan berjalan lancar. Anak-anak kelas 6 bisa mengikuti dengan baik,” katanya.
Baca Juga: Produksi Pabrik Es Terseok-seok, Permintaan Nelayan Tinggi Milik PDAU yang Tersisa
Dia menambahkan, tingkat partisipasi siswa hampir mencapai 100 persen. Jika ada siswa yang tidak mengikuti, umumnya disebabkan faktor kesehatan atau izin tertentu.
“Keikutsertaan hampir 100 persen. Kalau ada yang tidak ikut biasanya karena sakit,” jelasnya.
Dari sisi teknis, pelaksanaan berbasis daring juga dinilai tidak mengalami kendala berarti. Guru disebut sigap dalam mendampingi siswa apabila terjadi gangguan jaringan.
“Kalau ada kendala internet, guru langsung membantu sehingga tidak mengganggu jalannya ujian,” imbuhnya.
Agus menegaskan, hasil TKA nantinya tidak hanya berhenti pada penilaian siswa, tetapi akan dianalisis sebagai dasar peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Seperti diketahui bersama, hasil TKA juga menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk jenjang SMP melalui jalur prestasi pada pelaksanaan SPMB.
“Berdasarkan jadwal, pelaksanaan TKA jenjang SD telah selesai pada Kamis kemarin (30/4), sementara pengolahan hasil akan dilakukan pada 20–25 Mei dan diumumkan pada 26 Mei mendatang,“ jelas mantan kepala DPMD ini.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Surodakan, Fajjariatul Khatimah menyampaikan, pelaksanaan TKA di sekolahnya diikuti 89 siswa kelas 6 yang terbagi dalam tiga rombongan belajar.
“Pelaksanaan dibagi dua gelombang dengan tiga sesi setiap hari. Setiap sesi diikuti 14 sampai 15 siswa,” jelasnya.
Baca Juga: Wapres Dorong Percepatan Bendungan Bagong
Ujian dilaksanakan secara daring menggunakan perangkat Chromebook mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB dengan materi meliputi literasi, numerasi, dan karakter.
Fajjariatul menyebut hingga hari kedua pelaksanaan tidak ditemukan kendala berarti. “Alhamdulillah sampai saat ini lancar. Mudah-mudahan sampai selesai tidak ada hambatan,” ujarnya.
Sebagai bentuk persiapan, pihak sekolah juga memberikan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 6. “Ada tambahan belajar setiap hari setelah jam sekolah untuk persiapan TKA,” tandasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana