Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

UPT PPSAA Trenggalek, Panji Kepatihan, Inovasi Sosial Perkuat Peran Keluarga dalam Pengasuhan Anak

Mohammad Bima Faisal Mirza • Kamis, 7 Mei 2026 | 10:09 WIB
Petugas UPT PPSAA Trenggalek memberikan pendampingan keluarga demi pengasuhan anak lebih aman dan berkualitas. (BIMA FAISAL/ RADAR TRENGGALEK)
Petugas UPT PPSAA Trenggalek memberikan pendampingan keluarga demi pengasuhan anak lebih aman dan berkualitas. (UPT PPSAA TRENGGALEK UNTUK RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek Upaya menghadirkan sistem pengasuhan anak yang lebih kuat dan berkelanjutan terus dilakukan UPT Pelayanan dan Perlindungan Sosial Asuhan Anak (PPSAA) Trenggalek.

Salah satu langkah inovatif yang kini dikembangkan adalah program PANJI KEPATIHAN, akronim dari Penjangkauan Jadikan Keluarga Sebagai Pengasuhan Terbaik Bagi Anak.

Program ini menjadi inovasi strategis dalam meningkatkan kualitas layanan sosial dengan menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam tumbuh kembang anak.

Melalui pendekatan berbasis keluarga, PANJI KEPATIHAN hadir sebagai jawaban atas berbagai persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan anak.

Baca Juga: Pemkab Kaji Skema, Kini Perbaikan Jalan Perlu Anggaran Sekitar Rp 7 M

Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung pada 10 Maret 2026 di wilayah Desa Parakan dan Desa Sukorejo, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Kegiatan dilaksanakan secara langsung di rumah salah satu anggota Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga pendekatan yang dilakukan terasa lebih personal dan menyentuh kondisi riil keluarga.

Dalam implementasinya, PANJI KEPATIHAN berkolaborasi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini memiliki jangkauan luas terhadap keluarga penerima manfaat.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui integrasi kegiatan pendampingan sosial, edukasi pola pengasuhan positif, hingga penguatan kapasitas keluarga dalam memenuhi hak-hak anak.

Baca Juga: Warga Minta Perbaikan Jalan Permanen, Hasil RDP Sepakati Perbaikan lewat CSR

Tidak hanya memberikan pendampingan, program ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti sosialisasi, konseling keluarga, diskusi interaktif, serta penguatan nilai-nilai pengasuhan berbasis kasih sayang, perlindungan, dan tanggung jawab orang tua terhadap anak.

Kepala UPT PPSAA Trenggalek, Yudha Indra Kusuma, S.E., M.M., menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang.

“Melalui inovasi PANJI KEPATIHAN, kami berharap mampu menekan risiko keterlantaran anak, meningkatkan ketahanan keluarga, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.

Baca Juga: Pembinaan Talenta Muda Masih Tahap Pematangan, Kini MNA Football Club Belum Temukan Komposisi Ideal Tim

Lebih dari itu, PANJI KEPATIHAN juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Melalui kunjungan lapangan, asesmen sosial, dan interaksi langsung dengan keluarga penerima manfaat, petugas dapat mengidentifikasi berbagai potensi risiko, mulai dari keterlantaran anak, kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan ekstrem, hingga persoalan psikososial lainnya.

Melalui langkah preventif ini, UPT PPSAA Trenggalek berharap penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terarah, sehingga setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang. (bim/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#PPSAA #PANJI KEPATIHAN #Desa Parakan dan Desa Sukorejo #trenggalek #kecamatan tugu