KOTA, Radar Trenggalek – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek matangkan persiapan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Trenggalek.
Hingga kini, total sementara tercatat 451 CJH yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini. Jumlah tersebut bisa berubah sewaktu-waktu jika terdapat jemaah yang batal berangkat atau meninggal dunia.
Kasi Pelayanan Haji dan Umrah Kemenhaj Trenggalek, Subkhan Hamzah menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari pengurusan dokumen hingga kesiapan logistik jemaah.
Baca Juga: Empat Cadangan Dipastikan Berangkat, CJH Pengganti Meninggal Belum Tentu dari Trenggalek
Persiapannya macam-macam, ada yang mengurus koper, dokumen, dan lain-lain,” ujarnya.
Rencananya, CJH akan mulai diberangkatkan pada 18 Mei mendatang. Meskipun demikian, teknis pemberangkatan masih menunggu rapat final besok bersama pemkab. Jemaah diperkirakan mulai berkumpul sekitar pukul 01.00 WIB sebelum keberangkatan.
Dari sisi jumlah, Subkhan menyebut angka 451 masih bersifat sementara. Pasalnya masih ada kemungkinan perubahan akibat dinamika di lapangan, seperti jemaah cadangan yang naik menggantikan atau adanya jemaah yang berhalangan berangkat.
“Jumlah sementara 451, karena memang masih ada cadangan yang bisa naik,” jelasnya.
Menariknya, komposisi usia jemaah beragam. Tercatat, jemaah termuda berusia 23 tahun, sementara yang tertua mencapai usia 90 tahun.
Baca Juga: Ekspansi PDAU Terkendala Perda
Selain administrasi, aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Pemeriksaan kesehatan dilakukan berlapis, baik di daerah maupun saat tiba di asrama haji nanti. “Kalau ada yang sakit akan diperiksa kembali. Nanti di asrama dicek lagi,” tandasnya.
Seluruh CJH juga ditargetkan telah menerima vaksinasi paling lambat 14 hari sebelum keberangkatan. Hingga kini, proses vaksinasi dilaporkan hampir rampung melalui fasilitas kesehatan setempat.
Dengan berbagai persiapan tersebut, seluruh CJH diharapkan dapat berangkat dalam kondisi siap dan sehat untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2026. (tra/c1/din)