MUNJUNGAN, Radar Trenggalek - Pemerintah Desa (Pemdes) Munjungan, Kecamatan Munjungan, kembali menggelar agenda budaya tahunan Seloan Agung 2026 dalam rangka kegiatan bersih desa.
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Membangun Generasi”, rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai 5 hingga 7 Mei 2026, dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat Desa Munjungan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Munjungan untuk menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat nilai kebersamaan lintas generasi.
Seloan Agung tidak hanya dimaknai sebagai tradisi seremonial, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar memahami akar sejarah dan identitas daerahnya.
Baca Juga: Gelar Karya MTsN 1 Trenggalek, Panggung Kreativitas dan Karakter Siswa
Rangkaian acara diawali dengan kunjungan situs bersejarah dan prosesi pengambilan air suci dari Patirtan yang diyakini memiliki nilai historis serta spiritual bagi masyarakat Desa Munjungan.
Setelah itu, masyarakat melaksanakan ziarah ke makam Eyang Hadirana sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah desa.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan kirab air patirtan yang diikuti berbagai tokoh masyarakat.
Dengan mengenakan busana adat dan membawa simbol-simbol budaya, kirab berlangsung khidmat sekaligus meriah, menyedot antusiasme warga.
Baca Juga: MTs Progresif Darunnajah Prestasi Gemilang, Tembus Olimpiade PAI dan Bahasa Arab Tingkat Provinsi
Nuansa religius turut mewarnai Seloan Agung melalui kegiatan Istima’il Quran bil Ghaib, doa bersama, serta istighotsah yang dipanjatkan untuk keselamatan desa, keberkahan masyarakat, dan kemajuan generasi penerus.
Tidak hanya itu, malam harinya masyarakat disuguhkan berbagai pentas seni tradisional yang menampilkan potensi seni budaya lokal.
Puncak kegiatan ditutup dengan prosesi Ruwatan Murwakala, sebuah ritual adat yang sarat makna spiritual sebagai bentuk permohonan keselamatan, perlindungan, dan harapan agar masyarakat dijauhkan dari berbagai musibah.
Kepala Desa Agus Setiawan menyampaikan, Seloan Agung merupakan wujud rasa syukur masyarakat sekaligus upaya menjaga nilai luhur warisan budaya.
“Bersama-sama dengan masyarakat Desa Munjungan melestarikan dan mempererat kebersamaan dalam rangkaian kegiatan bersih Desa Munjungan merupakan wujud rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta upaya membangun generasi yang berkarakter. Melalui kegiatan ini, kami memohon keselamatan sekaligus terus menjaga budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Melalui Seloan Agung 2026, Desa Munjungan berharap semangat gotong royong, nilai spiritual, serta kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Tradisi yang terjaga diyakini menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis, berbudaya, dan berdaya saing. (bim/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana