KARANGAN, Radar Trenggalek – Keterbatasan anggaran dana desa tampaknya menjadi tantangan serius bagi pemerintah desa di Kabupaten Trenggalek dalam menjalankan berbagai program pembangunan hingga pemberdayaan masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Desa Jatiprahu, Slamet Riyadi, menyebut total dana desa yang dikelola saat ini hanya sekitar Rp 300 jutaan turun jauh dari sebelumnya yang mencapai lebih dari satu miliyar rupiah.
“Kalau disini tinggal 370 juta, itu kalau saya katakan desa tidak bisa membangun,” ungkpanya.
Menurutnya, angka tersebut sangat sedikit sedangkan angkat tersebut harus dibagi ke berbagai sektor prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, hingga program kesehatan masyarakat.
“Anggaran itu sudah terbagi untuk beberapa kebutuhan penting, seperti pembangunan, ketahanan pangan, dan kegiatan kesehatan. Jadi memang sangat terbatas,” ujarnya.
Herwanto menjelaskan, dengan sisa anggaran yang ada, pemerintah desa harus memutar otak agar program tetap berjalan. Bahkan, untuk pelaksanaan kegiatan di lapangan, pihak desa masih harus bekerja ekstra karena keterbatasan sumber daya.
Baca Juga: Produksi Pabrik Es Terseok-seok, Permintaan Nelayan Tinggi Milik PDAU yang Tersisa
Ia juga menyinggung adanya program tambahan yang harus dijalankan desa, seperti pembentukan koperasi Merah Putih. Menurutnya, program tersebut membutuhkan modal besar, sementara kondisi keuangan desa tidak memungkinkan untuk mendukung secara maksimal.
“Kalau melihat kebutuhan modal yang mencapai ratusan juta rupiah, tentu berat bagi desa. Apalagi kondisi masyarakat juga belum sepenuhnya produktif,” ungkapnya.
Herwanto menilai, secara perhitungan ekonomi, pengelolaan usaha dengan modal besar tidak mudah dijalankan di tingkat desa. Pendapatan harian yang diharapkan sering kali tidak sebanding dengan biaya operasional dan jumlah tenaga kerja yang harus ditanggung.
Ia berharap, ke depan ada kebijakan yang lebih realistis dan menyesuaikan dengan kondisi desa. Sehingga program yang dijalankan tidak justru membebani, melainkan mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.(tra)
Editor : Adinda Putri Sefiana