KOTA, Radar Trenggalek – Badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Trenggalek yang melayani bidang pengolahan dan pelayanan air bersih, yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wening Trenggalek, tampaknya harus memikul beban berat.
Hal itu dikarenakan perusahaan tersebut harus tetap melayani tingginya permintaan warga. Di sisi lain, sejumlah pekerjaan rumah belum teraratasi.
Pekerjaan rumah pertama untuk PDAM adalah masih terdapatnya kebocoran-kebocoran pada saluran pipa, terutama di wilayah Kecamatan Bendungan yang notabene adalah sumber baku air bersih.
Baca Juga: BUMDes Widoro Kembangkan Budi Daya Patin dan Lele Ketahanan Pangan Desa
Selain itu, jaringan pipa distribusi air bersih belum mencakup seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Trenggalek, utamanya pipa sambungan rumah (SR).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sektretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati menuturkan, PDAM sedang mengembang tugas berat. Namun, PDAM tetap berusaha memenuhi permintaan pelanggan dan meningkatkan kualitas.
“PDAM itu berat, kini mereka sedang fokus untuk memperbaiki kebocaran-kebocoran serta memperluas jaringan pipa distribusi air. Kebocoran masih ada di Bendungan, apalagi sumbernya kan dari sana,” tandasnya.
Jaringan pipa SR memang belum mencakup seluruh daerah di Trenggalek. Maka, beberapa desa mengajukan permintaan untuk pengadaan pipa SR ke forum musrenbang.
Baca Juga: Dana Desa Jatiprahu Tahun Ini Hanya Rp 370 Juta, Pembangunan Terancam Mandek
Beberapa desa tersebut di antaranya Desa Ngdimulyo dan Senden, Kecamatan Kampa, serta Desa Dongko, Kecamatan Dongko. Tentunya hal tersebut berdampak pada kepuasan pelanggan dan proses pengolahan air bersih dari PDAM sendiri.
Tak berhenti di situ, PDAM juga mengemban tugas untuk meningkatkan kualitas dari air yang mereka distribusikan. Pasalnya, pada Kamis (30/4) terdapat gangguan pada instalasi pengolahan air (IPA) milik PDAM.
Hal tersebut membuat air tidak dapat didistirbusikan karena tidak sesuai dengan standar dan ketentuan dari PDAM.
Gangguan pada IPA tersebut berimbas pada para pelanggan PDAM di tiga kecamatan yakni Kecamatan Trenggalek, Tugu, dan Karangan. Pelanggan yang berada di tiga kecamatan tersebut tidak mendapatkan distirbusi air bersih secara maksimal.
Cusi mengatakan, tugas PDAM sekarang berat, ditambah dengan banyaknya permintaan dari masyarakat. Namun tetap bersyuku lantaran PDAM memiliki produk lain selain air bersih, yakni air minum dalam kemasan Pure Tirtha.
“PDAM itu berat, ditambah banyaknya permintaan warga. Tapi sekarang kita punya AMDK Pure Tirtha, jadi PAD-nya dari sini (AMDK),” pungkasnya. (tra/c1/din)