KOTA, Radar Trenggalek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek kini menyoroti perlunya penguatan sektor hilir dalam bidang perikanan, untuk mendukung potensi tangkap laut di wilayah pesisir selatan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Trenggalek Cusi Kurniawati menyebut produksi ikan tangkap di Trenggalek dapat mencapai 20 ribu hingga 25 ribu ton per tahun.
Menurut dia, aktivitas perikanan di Trenggalek tergolong besar dengan jumlah nelayan mencapai hampir 10 ribu orang. Selain itu terdapat sekitar 2 ribu pembudidaya ikan dan ribuan pelaku usaha pengolahan serta pemasaran hasil perikanan.
“Potensi perikanan kita besar sekali. Basis pelabuhan perikanan terbesar di selatan Jawa juga ada di Prigi,” ujarnya, kemarin.
Baca Juga: Dua Dewan Izin ke Luar Negeri Alasan untuk Haji, Sekwan Tegaskan Prosedur Sesuai Aturan
Namun masih terdapat persoalan saat musim panen ikan melimpah. Produksi tinggi kerap tidak diimbangi kemampuan pengolahan sehingga harga ikan turun drastis.
Menurut dia, sebagian hasil tangkapan bahkan berakhir menjadi bahan tepung ikan dengan harga rendah karena keterbatasan industri pengolahan.
“Kalau sudah masuk tepung ikan, harganya bisa tinggal Rp 3 ribuan per kilogram. Kita sebenarnya tidak ingin itu,” katanya.
Namun di sisi lain, sejumlah nelayan sebelumnya mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang menurun dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi sektor perikanan di wilayah pesisir selatan Trenggalek.
Baca Juga: Terangi Pelosok Negeri, PLN Dukung Pemerataan Akses Listrik Melalui Program BPBL 2026 Di Desa Salamwates, Trenggalek
Maka Pemkab Trenggalek mendorong masuknya industri perikanan termasuk industri pengalengan ikan di kawasan Prigi. Namun rencana tersebut masih terkendala keterbatasan lahan industri.
Dia menyebut proses penyediaan lahan saat ini masih berjalan dan diharapkan dapat segera selesai dalam beberapa tahun ke depan agar investor pengolahan ikan dapat masuk ke Trenggalek.
“Kalau hilirnya kuat, hasil tangkapan nelayan bisa lebih terserap dan nilai ekonominya meningkat,” pungkasnya. (tra/din)