Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Nelayan Pantai Damas Tinggalkan Jaring, Beralih Memancing ke Tengah Laut

Fatra Aditya • Senin, 18 Mei 2026 | 13:18 WIB
PUTAR OTAK: Nelayan Pantai Damas kini memancing ke tengah laut akibat sulitnya mendapatkan ikan. (FATRA ADITYA/RADAR TRENGGALEK)
PUTAR OTAK: Nelayan Pantai Damas kini memancing ke tengah laut akibat sulitnya mendapatkan ikan. (FATRA ADITYA/RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek – Menurunnya hasil tangkapan ikan membuat sebagian nelayan di Pantai Damas, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, mulai meninggalkan metode jaring ikan dan lebih memilih untuk memancing ikan ke tengah laut.

Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir akibat dari sulitnya mendapatkan ikan di perairan sekitar pantai.

Salah seorang nelayan, Suyatno mengatakan, aktivitas menjaring ikan kini sudah hampir tidak dilakukan lagi karena hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan. 

“Sudah lama ndak jaring sini, soalnya susah dapat ikan sekarang,” ujarnya.

Menurut dia, nelayan yang biasa menggunakan jaring sudah berhenti beroperasi sejak beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Industri Pengalengan Ikan Tersendat, Untuk Hilirisasi Perikanan, Dukung Potensi Tangkap Laut

Kondisi itu membuat aktivitas di kawasan pantai terlihat lebih sepi dibanding sebelumnya. “Ndak ada yang jaring itu kurang lebih sekitar tiga bulanan,” katanya.

Dia menjelaskan, biaya melaut, khususnya untuk kapal berukuran besar, cukup tinggi. Sekali berangkat melaut, nelayan harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli bahan bakar solar untuk kapal dengan kisaran Rp 2 juta sekali jalan.

“Jelas rugi, nggak ada ikan ini. Operasional aja solar kalau kapal besar itu sekali jalan bisa Rp 2 juta biaya,” ucapnya. Kesulitan juga dirasakan dalam memperoleh bahan bakar.

Baca Juga: Warga Desa Dukuh Keluhkan Jalan Rusak

Nelayan harus membeli solar di kawasan Prigi, karena SPBU untuk kapal hanya tersedia di kawasan Pelabuhan Perikana Nasioanal (PPN) Prigi, termasuk saat menjual hasil tangkapan ikan ke Tempat Pelelang Ikan (TPI) yang juga berada di kawasan PPN tersebut.

“Belum lagi untuk dapatin solar, pom-nya ada di Prigi, jual ikannya juga ke sana,” tambahnya.

Karena hasil tangkapan di sekitar pantai terus menurun, sebagian nelayan kini memilih memancing hingga ke tengah laut agar tetap mendapatkan ikan.

Para nelayan kini berharap kondisi hasil tangkapan dapat kembali membaik sehingga aktivitas melaut menggunakan metode jaring ikan bisa kembali dilakukan seperti sebelumnya. “Sekarang harus mancing ke tengah laut biar dapat ikan,” pungkasnya.(tra/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Pantai Damas #nelayan #watulimo #trenggalek