Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Harga Sapi Kurban Naik Signifikan, Stok Terbatas karena Peternak Trauma PMK

Zaki Jazai • Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB
TERBATAS: Sapi siap untuk kurban yang dijual di Pasar Hewan yang harganya naik signifikan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
TERBATAS: Sapi siap untuk kurban yang dijual di Pasar Hewan yang harganya naik signifikan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTARadar Trenggalek – Trauma usai wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat banyak pedagang dan peternak di Bumi Menak Sopal dan sekitarnya enggan memelihara sapi dalam jumlah besar.

Tak ayal kondisi tersebut berdampak langsung pada menyusutnya stok dan melonjaknya harga sapi kurban menjelang Idul Adha 2026.

Berdasarkan pantauan di Pasar Hewan Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, menunjukkan harga sapi kini rata-rata mencapai Rp 27 juta per ekor, naik dari tahun lalu yang masih berada di kisaran Rp 23 juta.

Kenaikan ini dipicu terbatasnya pasokan akibat kehati-hatian pelaku usaha ternak. “Trauma PMK masih menjadi faktor utama. Saat sapi terserang PMK, nilai jualnya bisa turun drastis.

Baca Juga: Nelayan Pantai Damas Tinggalkan Jaring, Beralih Memancing ke Tengah Laut

Ini yang membuat pedagang dan peternak sekarang lebih berhati-hati, tidak berani menyimpan banyak stok,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek, Ririn Hari Setiani.

Menurut Ririn, kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan hewan kurban di pasar. Meski demikian, dia memastikan secara kesehatan, hewan yang dijual masih dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan hewan sakit. Sapi yang dijual juga mayoritas berasal dari wilayah lokal seperti Pule, Tugu, Dongko, hingga Pogalan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menjelang Idul Adha, Disnakkan Trenggalek terus menggencarkan vaksinasi PMK tahap kedua dengan target sekitar 24 ribu dosis yang diharapkan tuntas pada awal Juni.

Selain vaksinasi, edukasi kepada peternak juga terus dilakukan, terutama agar segera melaporkan jika muncul gejala klinis pada ternak seperti demam, luka di mulut, atau air liur berlebih.

Baca Juga: Iseng Menulis Ketika Pandemi, Kusnul Pujianto Sukses Tembus Penerbit Nasional, Tanpa Pendidikan Penulis, Tetap Konsisten Buat Novel

“Progres vaksinasi sudah lebih dari 50 persen. Kami kejar terus agar peternak merasa aman dan stok tetap terjaga,” tegas Ririn.

Sementara itu, salah satu pedagang sapi di Trenggalek Suwardi menyebut meski harga mengalami kenaikan, stok hewan kurban di Trenggalek masih relatif aman. Bahkan, pengiriman sapi ke luar daerah seperti Jakarta dan Tangerang tetap berjalan.

Trauma setelah PMK yang masih dirasakan pedagang dan peternak menjadi faktor dominan penyebab kenaikan harga sapi kurban di Trenggalek, di tengah upaya pemerintah menjaga kesehatan ternak dan stabilitas pasokan jelang Idul Adha.  

“Stok sebenarnya masih aman, cuma permintaan memang naik menjelang hari raya,” katanya. (jaz/din)

 

Editor : Isna Dzikirianti
#Bumi Menak Sopal #wabah penyakit mulut dan kuku #pedagang dan peternak #melonjaknya harga sapi kurban #terbatasnya pasokan