Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sanggar Tari Laras Aji Cabang Trenggalek, 12 Jam Menari di Gua Lowo Hidupkan Semangat Hari Tari 2026, Padukan Seni dengan Potensi Wisata

Mohammad Bima Faisal Mirza • Senin, 18 Mei 2026 | 14:04 WIB
FOTO-FOTO: SANGGAR TARI LARAS AJI UNTUK RADAR TRENGGALEK
ATRAKTIF: Sanggar Tari Laras Aji Cabang Trenggalek gelar Festival Kedung Menari Vol. 3 di lokasi wisata Gua Lowo, Sabtu (16/5).
FOTO-FOTO: SANGGAR TARI LARAS AJI UNTUK RADAR TRENGGALEK ATRAKTIF: Sanggar Tari Laras Aji Cabang Trenggalek gelar Festival Kedung Menari Vol. 3 di lokasi wisata Gua Lowo, Sabtu (16/5).

WATULIMO, Radar Trenggalek - Semangat pelestarian budaya kembali digaungkan melalui Festival Kedung Menari Vol. 3 yang digelar Sanggar Tari Laras Aji Cabang Trenggalek pada Sabtu (16/5). Bertempat di kawasan wisata Gua Lowo, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Tari 2026 dengan konsep unik bertajuk “12 Jam Menari”.

Festival ini merupakan agenda tahunan yang telah berjalan sejak 2024. Sanggar yang berpusat di Tulungagung dan memiliki cabang di Trenggalek tersebut terus menghadirkan ruang ekspresi bagi para pelaku seni, khususnya generasi muda.

Owner dan Founder Sanggar Tari Laras Aji, Brilian Luckytasari menjelaskan, Kedung Menari lahir dari keinginan menghadirkan ruang apresiasi tari yang lebih luas.

"Sejak awal kami ingin Kedung Menari bukan sekadar pertunjukan, tetapi menjadi ruang bertemu, berkarya, dan bertumbuh bagi para pelaku seni, khususnya generasi muda yang memiliki semangat melestarikan budaya daerah," ujarnya.

Baca Juga: MTs Progresif Darunnajah Prestasi Gemilang, Tembus Olimpiade PAI dan Bahasa Arab Tingkat Provinsi

Dia menjelaskan, perjalanan festival terus berkembang setiap tahunnya. Pada 2024, kegiatan dimulai dengan konsep 5 jam menari, kemudian berkembang menjadi 10 jam pada tahun berikutnya, hingga tahun ini mencapai 12 jam pertunjukan tanpa henti.

"Angka 12 ini melambangkan dedikasi, semangat, dan ketahanan para seniman dalam menjaga budaya agar tetap hidup. Dua belas jam bukan waktu yang singkat, tetapi di situlah nilai perjuangan itu terlihat," jelas Brilian.

Pemilihan Gua Lowo sebagai lokasi pertunjukan juga bukan tanpa alasan. Selain ingin menghadirkan konsep baru di luar panggung utama sanggar, penyelenggara juga ingin memadukan pertunjukan seni dengan potensi wisata alam yang dimiliki Trenggalek.

"Kami ingin seni tidak hanya hadir di gedung pertunjukan, tetapi juga menyatu dengan alam. Harapannya, kegiatan ini bisa ikut menghidupkan destinasi wisata sekaligus menarik perhatian masyarakat dan wisatawan," tambahnya.

Baca Juga: Bersih Desa Munjungan, Kini Rawat Tradisi dan Bangun Generasi Berkarakter

Festival tahun ini melibatkan lima sanggar tari dari wilayah Watulimo, di antaranya Bunda Zana Art, Sanggar Tari Ande-Ande Lumut, Beksialoca, Omah Tari Gading, serta Sanggar Tari Pawon.

Total terdapat sekitar 52 penampilan dengan jumlah penampil mencapai 80 hingga 100 orang dari Trenggalek dan Tulungagung.

Melalui festival ini, Brilian berharap generasi muda semakin mencintai budaya Indonesia, berani tampil, dan bangga terhadap seni daerah. 

Untuk diketahui, acara tersebut turut dihadiri pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, serta warga sekitar lokasi yang antusiasnya tinggi. (bim/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Sanggar Tari Laras Aji #Festival Kedung Menari Vol. 3 #Brilian Luckytasari #watulimo #trenggalek