Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Progres Baru 46 Persen, Pembangunan SR Digenjot

Zaki Jazai • Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB
TERUS DIKEBUT: Progres pembangunan SR yang rencananya akan dikerjakan oleh 1.000 pekerja agar selesai sesuai target. 
(PROJECT MANAGER SR UNTUK RADAR TRENGGALEK)
TERUS DIKEBUT: Progres pembangunan SR yang rencananya akan dikerjakan oleh 1.000 pekerja agar selesai sesuai target. (PROJECT MANAGER SR UNTUK RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Bumi Menak Sopal berjalan lambat. Pasalnya, pada proses tahap awal pengerjaan terjadi kendala lahan.

Karena itu, untuk mencapai target pada bulan depan (Juni, Red) harus selesai, kini proses pembangunannya dikebut.

Tak main-main, proses tersebut melibatkan hingga 1.000 pekerja. Hal itu perlu dilakukan, apalagi progres proyek per 7 Mei 2026 baru mencapai sekitar 46,20 persen.

Capaian tersebut membuat pihak kontraktor harus bekerja ekstra untuk mengejar ketertinggalan.

“Posisi kami pada 7 Mei 2026 kemarin sudah 46,20 persen, jadi memang masih menyisakan kurang lebih 50 persen lagi. Kami optimistis bisa selesai 20 Juni 2026,” ujar Project Manager Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Muhammad Fajri Ramadhan.

Untuk mempercepat pengerjaan, jumlah tenaga kerja di lokasi proyek terus ditambah. Saat ini tercatat sekitar 689 pekerja dan jumlahnya akan ditingkatkan hingga 1.000 orang.

Baca Juga: Riyadu Sulaiman, Jaga Buku sebagai Gudang Ilmu Kumpulkan Lebih dari 200 Judul dan Buka Ruang Baca

Tak hanya itu, sistem kerja juga akan diubah menjadi dua sif agar proses pembangunan bisa berjalan lebih cepat.

“Ini tetap kami optimalkan. Sekarang sudah ada 689 orang pekerja, mungkin nanti akan sampai 1.000 orang dan akan kami bagi dua sif kerja,” jelasnya.

Fajri menjelaskan, lambatnya progres di awal disebabkan kondisi lahan yang merupakan bekas persawahan.

Proyek membutuhkan timbunan tanah dalam jumlah besar hingga sekitar 100 ribu meter kubik sebelum pembangunan bisa dilakukan secara maksimal.

“Kemarin soal lahan karena bekas sawah sempat menjadi kendala, jadi telat start dibanding lokasi lain,” katanya.

Meski demikian, pengerjaan kini mulai berjalan masif sejak usai libur Lebaran 2026. Pekerjaan struktur bangunan pun hampir rampung dan saat ini difokuskan pada tahap arsitektur.

Proyek SR Trenggalek dibangun di atas lahan sekitar 5,8 hektare dan akan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA lengkap dengan fasilitas asrama.

Baca Juga: NU Dominasi Hibah Ormas, Dari Lima Penerima Banyak Proposal Gugur

Secara keseluruhan, kompleks pendidikan ini dirancang memiliki 36 rombongan belajar dengan kapasitas sekitar 1.080 siswa.

Dari sisi anggaran, pembangunan ini merupakan bagian dari paket SR Jawa Timur 4 dengan total nilai Rp 1,2 triliun, sementara khusus untuk Trenggalek mencapai sekitar Rp 225 miliar.

Selain itu, proyek ini juga melibatkan tenaga kerja lokal kurang lebih 100 orang. “Meski sempat tertinggal akibat kendala lahan, kami akan terus mengebut proses pembangunan demi memastikan proyek rampung sesuai target percepatan yang ditetapkan pemerintah,“ jelas Fajri. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Bumi Menak Sopal #Pembangunan Sekolah Rakyat #Proyek SR Trenggalek