KOTA, Radar Trenggalek – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek, jumlah pengangguran pada Agustus 2025 tercatat masih berada di angka belasan ribu orang. Dari total angkatan kerja sebanyak 470.751 orang, tercatat 18.153 orang berstatus tidak bekerja.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Trenggalek, Christina Ambarwati Sumarno, menilai persoalan pengangguran di daerah tidak hanya dipengaruhi terbatasnya lapangan kerja, tetapi juga pola pikir dan kesiapan tenaga kerja.
Menurut dia, sejumlah perusahaan sebenarnya telah membuka lowongan pekerjaan, termasuk melalui job fair maupun perekrutan pabrik rokok.
Baca Juga: PMI Tetap Layani BPJS meski Tarif Darah Dinilai Rendah
Namun, menurut Christina, minat masyarakat dinilai masih rendah. “Animonya ramai, tetapi setelah dipanggil banyak yang tidak datang,” ujarnya.
Dia mencontohkan program pelatihan pelinting rokok yang sempat dibuka dan diperuntukkan sekitar 200 hingga 300 orang dari keluarga miskin. Meskipun peluang kerja tersedia, peserta yang benar-benar bertahan hingga bekerja dinilai tidak banyak.
Christina menyebut sebagian masyarakat merasa upah awal belum sesuai harapan. Padahal, sistem penghasilan di industri rokok menyesuaikan kemampuan dan produktivitas pekerja.
Dia menambahakan, apabila seorang karyawan pabrik rokok terampil, maka penghasilannya dapat meningkat bahkan menyentuh ppah minimum kabupaten/kota (UMK).
UMK Trenggalek kini berada dikisaran Rp 2,5 juta per Desember 2025 silam. “Kalau mereka sudah terampil, penghasilannya bisa mencapai UMK bahkan lebih,” katanya.
Dia juga menilai daya juang masyarakat perlu terus didorong. Sebagian masih mud untuk mencari pekerjaan. Faktor pendidikan, investasi, hingga terbatasnya industri besar ikut memengaruhi kondisi tersebut.ah menyerah saat menghadapi proses adaptasi kerja.
Selain itu, Trenggalek juga disebut belum menjadi daerah tujuan utama anak muda
Meski demikian, disperinaker tetap berupaya menekan angka pengangguran terbuka melalui pelatihan kerja, pengembangan industri kecil, hingga pembukaan akses kerja ke luar negeri. (tra/c1/din)