Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Enam Tahun Penantian Pembangunan TPJ, Rawan dan Bahayakan Pengguna Jalan

Gunawan Awan • Rabu, 20 Mei 2026 | 13:12 WIB
KABAR GEMBIRA: Tembok pengaman jalan Sungai Mlinjon, Kecamatan Suruh, rusak akibat banjir 2019 lalu, tahun ini akan diperbaiki. (GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
KABAR GEMBIRA: Tembok pengaman jalan Sungai Mlinjon, Kecamatan Suruh, rusak akibat banjir 2019 lalu, tahun ini akan diperbaiki. (GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

SURUH, Radar Trenggalek - Pemerintah Desa (Pemdes) Mlinjon, Kecamatan Suruh, kembali menindaklanjuti upaya pembangunan tembok pengaman jalan (TPJ) di wilayah bantaran Sungai Mlinjon.

Pembangunan tersebut direncanakan sebagai langkah penanganan terhadap kerusakan jalan akibat bencana banjir besar yang terjadi pada tahun 2019 lalu.

Banjir yang disebabkan oleh hujan deras dengan intensitas tinggi saat itu mengakibatkan Sungai Mlinjon meluap hingga menyebabkan longsornya tebing sungai.

Baca Juga: Pemkab Trenggalek, Pastikan Dukungan Penuh pada Pemberangkatan JCH Sekda Trenggalek Lepas 448 Jemaah Haji, Tiga Menyusul

Kondisi tersebut diperparah dengan runtuhnya tembok pengamanan jalan yang berada tepat di sisi sungai. Akibat gerusan arus sungai, sebagian badan jalan raya ikut tergerus hingga menyisakan setengah badan jalan yang dapat dilalui kendaraan.

Kerusakan tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama akses transportasi warga yang melintasi jalur poros desa tersebut.

Selain menjadi jalur utama penghubung antarwilayah, jalan tersebut juga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat Desa Mlinjon maupun desa sekitar.

Sekretaris Desa Mlinjon, Abu Kholil menyampaikan, sejak kejadian banjir tahun 2019, pihak pemdes telah beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan kembali tembok pengaman jalan kepada pemerintah terkait.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Trenggalek Siap Benahi Rapor Merah Pendidikan

Namun, selama beberapa tahun terakhir belum ada tindak lanjut yang memberikan hasil menggembirakan bagi masyarakat.

“Setelah kejadian banjir besar tahun 2019, pemerintah desa terus berupaya mengusulkan pembangunan kembali tembok pengaman jalan karena kondisi jalan sangat rawan dan membahayakan pengguna jalan. Alhamdulillah, tahun ini mulai ada tindak lanjut dari pemerintah melalui BBWS,” ujarnya.

Menurut dia, rencana pembangunan tersebut menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan masyarakat Desa Mlinjon.

Dengan adanya pembangunan tembok pengaman jalan, diharapkan dapat mencegah terjadinya longsor susulan sekaligus menjaga keamanan badan jalan dari ancaman gerusan sungai saat musim hujan tiba.

Pemdes juga berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan segera direalisasikan sesuai rencana.

Selain untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, keberadaan tembok pengaman nantinya diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan memperkuat infrastruktur desa dalam jangka panjang.

Baca Juga: Skema WFH Masih Dikaji Belum Final, Susun Pola untuk Efisiensi

Melalui pembangunan ini, Pemdes Mlinjon menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kepentingan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pihak terkait diharapkan dapat terus terjalin demi mendukung pembangunan yang bermanfaat bagi warga.

Dengan terealisasinya pembangunan tembok pengaman jalan tersebut, masyarakat berharap jalur poros desa kembali aman dilalui dan tidak lagi menimbulkan kekhawatiran saat musim penghujan datang.(gun/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#Sungai Mlinjon meluap #banjir #Pemdes #kerusakan jalan #kecamatan suruh