Kota, Radar Trenggalek - Komisi II Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek turun langsung meninjau sejumlah destinasi wisata di Kecamatan Watulimo. Itu dilakukan guna memastikan rencana pembangunan dari dana pinjaman daerah mampu meningkatkan kembali daya tarik wisata.
Peninjauan dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Murkam, bersama anggota komisi dan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Tony Widianto, dengan menyasar kawasan Goa Lowo dan Pantai Prigi.
Dalam kunjungan tersebut, DPRD tidak hanya melihat rencana pembangunan fisik, tetapi juga menyerap langsung keluhan pelaku UMKM yang mengaku terdampak sepinya kunjungan wisata.
“Banyak pelaku UMKM mengeluh karena pengunjung sepi, sehingga dagangan mereka tidak laku. Ini menjadi perhatian kami,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Murkam.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi wakil rakyat untuk memastikan proyek pembangunan wisata yang dibiayai dari pinjaman daerah benar-benar memberikan dampak nyata.
Di Goa Lowo, Komisi II meninjau rencana revitalisasi kawasan, termasuk pembangunan talud penahan tanah dan fasilitas penunjang lain demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Selanjutnya, rombongan bergeser ke Pantai Prigi, khususnya kawasan Prigi 360. Di lokasi tersebut, DPRD menemukan sejumlah fasilitas yang mulai rusak, mulai dari jalan lingkungan, drainase hingga ruko wisata yang membutuhkan perbaikan.
“Kami ingin memastikan pembangunan bermodal besar ini mampu mengembalikan daya tarik wisata, sehingga kunjungan meningkat dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” tegasnya.
Murkam menambahkan, pembangunan sektor pariwisata tidak boleh hanya berhenti pada infrastruktur. DPRD mendorong Dinas Pariwisata menyiapkan konsep pengelolaan jangka panjang agar destinasi tetap hidup dan berkelanjutan.
“Kalau hanya membangun tanpa konsep pengelolaan, hasilnya tidak akan maksimal,” imbuhnya.
Ia menilai, sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Para pelaku UMKM pun berharap revitalisasi kawasan wisata ini benar-benar mampu mendatangkan kembali wisatawan seperti beberapa tahun lalu.
“Dengan turun langsung ke lapangan, kami ingin memastikan setiap pembangunan dari dana pinjaman daerah tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu menghidupkan kembali daya tarik wisata dan perekonomian masyarakat, “ Jelas Murkam. (Jaz)
Editor : Zaki Jazai