Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

85 Kursi Eselon Belum Terisi, BKPSDM Ubah Pola Pengembangan ASN, Jumlah PNS dan PPPK Hampir Imbang

Zaki Jazai • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:12 WIB
Kursi jabatan eselon di Pemkab Trenggalek masih banyak kosong, BKPSDM dorong ASN susun karier mandiri berbasis kompetensi. (ILUSTRASI)
Kursi jabatan eselon di Pemkab Trenggalek masih banyak kosong, BKPSDM dorong ASN susun karier mandiri berbasis kompetensi. (ILUSTRASI)

KOTARadar Trenggalek - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek terus berupaya mengisi puluhan jabatan eselon yang masih kosong. Salah satu upaya tersebut dengan menerapkan pola baru pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN).

Saat ini, para ASN tersebut didorong untuk merancang sendiri arah karier mereka sebagai bagian dari strategi pengisian jabatan.

Apalagi saat ini masih terdapat sekitar 85 jabatan eselon yang belum terisi. Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya merupakan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTM) yang meliputi 8 kepala dinas, 1 kepala satuan, 1 inspektur, serta 3 staf ahli bupati.

Baca Juga: Tak Reaktivasi BPJS PBI JK, Masyarakat Harus Pengusulan Ulang

“Kami terus berupaya melakukan pengisian jabatan melalui berbagai sistem dan program. Salah satunya dengan mendorong ASN merancang karier mereka sendiri sesuai kompetensi dan kesiapan,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Trenggalek, Heri Yulianto.

Menurut Heri, pendekatan ini menjadi langkah strategis di tengah gelombang pensiun ASN yang mencapai sekitar 300 orang setiap tahun.

Jika tidak diantisipasi, kondisi ini berpotensi mengganggu kesinambungan birokrasi di lingkungan Pemkab Trenggalek.

Melalui skema baru tersebut, BKPSDM tidak lagi sepenuhnya menentukan arah karier ASN dari atas. Sebaliknya, pegawai diberikan ruang untuk menyusun proyeksi karier berdasarkan pengalaman, minat, dan kemampuan yang dimiliki.

Baca Juga: Anak Muda Incar Peluang Kerja dan Kuliah di Korea

Untuk mendukung kebijakan tersebut, BKPSDM telah menyebarkan kuesioner pengembangan karier kepada ASN.

Dari target 820 pegawai, sebanyak 780 ASN telah mengisi data yang kemudian akan diintegrasikan ke dalam sistem manajemen talenta (talent pool).

“Data ini akan menjadi dasar dalam proses promosi dan pengisian jabatan agar lebih transparan dan berbasis kompetensi,” jelasnya.

Selain itu, BKPSDM juga mengukur kesiapan mental ASN untuk menduduki jabatan strategis yang memiliki risiko tinggi dan tekanan publik besar.

Heri menambahkan, kondisi komposisi ASN di Trenggalek saat ini juga menjadi tantangan tersendiri. Dari total 10.042 ASN, jumlah PNS dan PPPK hampir seimbang yakni 5.022 PNS dan 5.020 PPPK.

Baca Juga: ASN Cuti Haji, TPP Tak Dibayar

“Manajemen karier PPPK memiliki keterbatasan dibanding PNS. Karena itu, kami perlu strategi yang tepat agar tidak terjadi kekosongan jabatan di masa depan,” ungkapnya.

Melalui program asesmen dan perencanaan karier mandiri ini, BKPSDM berharap setiap ASN memiliki arah pengembangan yang jelas sekaligus siap mengisi jabatan yang kosong.

Dengan masih banyaknya jabatan eselon yang belum terisi, Pemkab Trenggalek kini mengandalkan pendekatan baru berbasis asesmen dan partisipasi ASN untuk memastikan keberlanjutan birokrasi tetap terjaga secara profesional dan terarah.

“Dengan ini, kami yakin pengembangan karier para pegawai akan sesuai kemauan mereka sendiri, juga tidak menyalahi peraturan.

Dengan itu diharapkan akan lebih banyak inovasi lagi demi melakukan pelayanan terhadap masyarakat,“ jelas Heri. (jaz/c1/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#JPTM #pola baru pengembangan karier #asn #BKPSDM #Pemkab Trenggalek