Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

DPRD Trenggalek Tekankan Perbaikan Jalan Ngares - Bendungan Jadi Prioritas

Zaki Jazai • Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:25 WIB
Suasana DPRD Trenggalek menerima hearing dari FAMTB yang meminta jalan Ngares- Bendungan segera di Diperbaiki
Suasana DPRD Trenggalek menerima hearing dari FAMTB yang meminta jalan Ngares- Bendungan segera di Diperbaiki

 

KOTA, Radar Trenggalek – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek mendorong komitmen pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk segera melakukan perbaikan jalan utama Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek menuju Kecamatan Bendungan. Itu perlu dilakukan menyusul kerusakan parah yang dikeluhkan warga dalam audiensi bersama Forum Aliansi Masyarakat Trenggalek Bergerak (FAMTB), Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut, sekaligus menegaskan bahwa penanganan infrastruktur tersebut harus menjadi prioritas karena menyangkut akses vital masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Trenggalek Arik Sri Wahyuni mengatakan, audiensi yang digelar merupakan respons atas keluhan warga terkait kondisi jalan sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang mengalami kerusakan cukup serius, ditambah persoalan drainase yang tersumbat pipa saluran milik PDAM.

“Kedatangan teman-teman FAMTB ini menuntut perbaikan jalan serta pembenahan drainase. Ini menjadi perhatian serius dan harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya usai hearing di aula DPRD sore hari.

Menurut Arik, DPRD telah menerima komitmen dari Dinas PUPR untuk melakukan evaluasi dan penanganan terhadap kerusakan jalan tersebut. Ia berharap langkah konkret perbaikan bisa direalisasikan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 atau paling lambat awal 2027.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti sejumlah faktor yang diduga mempercepat kerusakan jalan, mulai dari aktivitas tambang batu andesit hingga proyek besar yang melibatkan kendaraan bertonase tinggi di jalur tersebut. Kondisi ini membuat perbaikan jalan berpotensi tidak bertahan lama jika tidak dibarengi pengendalian aktivitas di lapangan.

“Selama kendaraan berat masih lalu lalang, perbaikan tidak akan maksimal. Atas diperbaiki, bawah rusak, begitu terus,” jelasnya.

DPRD juga menyayangkan ketidakhadiran pihak perusahaan tambang dalam forum audiensi, padahal kehadiran mereka dinilai penting untuk membangun komunikasi serta menunjukkan tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan.

Meski kewenangan perizinan tambang berada di pemerintah provinsi, DPRD memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui koordinasi dengan OPD terkait, sekaligus mendorong pemerintah daerah agar segera merealisasikan perbaikan jalan yang menjadi akses utama warga Ngares hingga Bendungan.

“Kami berharap ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk ikut menyelesaikan persoalan ini bersama masyarakat,” tegas Arik.(Jaz) 

 

Editor : Zaki Jazai
#jalan #kerusakan #bendungan #DPRD