Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Nogo Dino Menurut Primbon Jawa Kembali Jadi Perbincangan, Pedagang hingga Pindah Rumah Disebut Harus Hindari Arah Ini

Novica Satya Nadianti • Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:23 WIB
Nogo dino dalam primbon Jawa dipercaya memengaruhi rezeki, arah usaha, hingga keberuntungan pindah rumah dan lamaran.
( freepik.com )
Nogo dino dalam primbon Jawa dipercaya memengaruhi rezeki, arah usaha, hingga keberuntungan pindah rumah dan lamaran. ( freepik.com )

 
JAKARTA - Kepercayaan masyarakat Jawa terhadap primbon dan hitungan hari masih terus bertahan hingga sekarang. Salah satu yang kembali ramai dibahas adalah nogo dino, sebuah konsep dalam budaya Jawa yang dipercaya memengaruhi keberuntungan seseorang berdasarkan arah dan hari tertentu.

Pembahasan tentang nogo dino ini kembali mencuat setelah dijelaskan dalam sebuah tayangan YouTube yang mengulas kaitannya dengan rezeki, usaha dagang, hingga urusan lamaran dan pindah rumah. Dalam penjelasan tersebut, nogo dino dipercaya memiliki tempat berbeda-beda sesuai hari dan pasaran Jawa.

Dalam tradisi Jawa, nogo dino diyakini sebagai arah yang harus dihindari pada hari tertentu. Jika seseorang bepergian atau berdagang ke arah tempat nogo dino berada, maka dipercaya bisa mengalami kesialan, kehilangan rezeki, hingga tertipu dalam urusan perdagangan.

Baca Juga: Tersambar Petir Bisa Jadi Superhero? Ini Fakta Mengerikan Sambaran Petir yang Bisa Merusak Organ hingga Otak

Arah Nogo Dino Menurut Hari Jawa

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa nogo dino memiliki posisi berbeda setiap harinya. Untuk hari Kamis, Jumat, dan Minggu, nogo dino dipercaya berada di arah timur.

Sementara pada hari Sabtu, nogo dino berada di selatan. Sedangkan Senin, Selasa, dan Rabu dipercaya berada di arah barat.

Ada pula posisi khusus yang disebut berada di utara barat atau ngalor ngulon untuk hari Senin, serta utara timur untuk hari Jumat.

Selain berdasarkan hari, arah nogo dino juga dikaitkan dengan pasaran Jawa. Pasaran Kliwon disebut berada di tengah, Pahing di selatan, Pon di barat, Wage di utara, dan Legi di timur.

Kepercayaan ini kemudian digunakan sebagian masyarakat Jawa sebagai pedoman menentukan arah perjalanan maupun aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Bisakah Kita Selamat Jika Tersambar Petir? Ini Penjelasan Ilmiah dan Dampak Mengerikan pada Tubuh

Dipercaya Berpengaruh pada Rezeki Pedagang

Dalam tayangan tersebut dijelaskan bahwa konsep nogo dino sangat sering dipakai oleh pedagang keliling. Mereka dipercaya perlu menghindari arah tertentu agar dagangan tidak sepi dan terhindar dari kesialan.

Sebagai contoh, jika hari Jumat Legi dan arah nogo dino berada di timur, maka seseorang disarankan tidak berdagang ke arah timur dari rumahnya.

Menurut kepercayaan Jawa, jika tetap menuju arah tersebut maka rezeki bisa “diambil” oleh nogo dino. Dampaknya dipercaya bisa berupa dagangan tidak laku, kehilangan barang, hingga mengalami kerugian saat membeli sesuatu.

Sebaliknya, seseorang dianjurkan bergerak ke arah berlawanan dari lokasi nogo dino agar dianggap lebih membawa keberuntungan.

Baca Juga: Subsidi Motor Listrik Bisa Dihapus untuk Kelompok Tertentu? Ini Alasan Pemerintah dan Dampaknya bagi Masyarakat

Tidak Hanya untuk Berdagang

Kepercayaan mengenai nogo dino juga disebut berlaku dalam urusan penting lainnya, termasuk lamaran dan pindah rumah.

Dalam tradisi Jawa, keluarga yang hendak melamar seseorang dipercaya perlu memperhatikan arah rumah calon pasangan agar tidak bertepatan dengan arah nogo dino pada hari tersebut.

Tujuannya agar proses lamaran berjalan lancar dan tidak menimbulkan rasa malu atau penolakan dari pihak keluarga calon pasangan.

Selain itu, perpindahan rumah juga diyakini perlu memperhatikan arah nogo dino supaya penghuni rumah baru bisa memperoleh keberuntungan dan kelancaran rezeki.

Baca Juga: 5 Fakta tentang Petir yang Jarang Diketahui, Bisa Sebabkan Kematian hingga Kerusakan Otak

Hari Wage Disebut Hari Kosong

Salah satu bagian menarik dalam pembahasan tersebut adalah soal hari Wage. Dalam kepercayaan Jawa yang dijelaskan, Wage dianggap sebagai hari kosong karena menempati arah utara tanpa posisi tetap.

Karena dianggap kosong, sebagian masyarakat Jawa menghindari penggunaan hari Wage untuk acara penting seperti pesta pernikahan atau pindah rumah.

Disebutkan bahwa jika hajatan dilakukan pada hari Wage, tamu dipercaya bisa sedikit atau rezeki terasa seret setelah pindah rumah.

Meski demikian, penjelasan tersebut juga menegaskan bahwa nogo dino merupakan bagian dari adat dan tradisi Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebagian masyarakat mempercayainya sebagai pedoman hidup, sementara lainnya menganggapnya sebagai bentuk kearifan lokal dan warisan budaya yang masih menarik dipelajari hingga sekarang.

Baca Juga: Motor Listrik Subsidi 2026 Mulai Rp5 Juta, Ini 5 Pilihan Terbaik dan Layak Dipakai Harian di Indonesia

Editor : Novica Satya Nadianti
#pasaran jawa #hari wage #Weton jawa #Primbon Jawa #Nogo Dino