Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Primbon Nogo Dino Mancing Jadi Perbincangan, Begini Cara Hitung Hari dan Arah agar Dapat Banyak Ikan

Novica Satya Nadianti • Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:38 WIB
Primbon Nogo Dino mancing dipercaya menentukan hari dan arah terbaik agar hasil tangkapan ikan lebih melimpah.(freepik.com)
Primbon Nogo Dino mancing dipercaya menentukan hari dan arah terbaik agar hasil tangkapan ikan lebih melimpah.(freepik.com)

 

JAKARTA - Primbon Nogo Dino mancing kembali ramai dibahas setelah banyak masyarakat Jawa mempercayai adanya hari dan arah tertentu yang diyakini membawa keberuntungan saat memancing. Dalam tradisi primbon Jawa, menentukan waktu memancing tidak dilakukan sembarangan karena dipercaya dapat memengaruhi jumlah hasil tangkapan ikan.

Kepercayaan mengenai Nogo Dino mancing sudah lama dikenal di kalangan masyarakat Jawa, terutama nelayan dan penghobi memancing tradisional. Mereka meyakini hari baik bisa mendatangkan rezeki melimpah, sementara hari yang kurang tepat justru membuat hasil tangkapan minim.

Dalam tayangan kanal YouTube bertema budaya Jawa, dijelaskan bahwa primbon mancing bukan sekadar mitos, melainkan bagian dari tradisi turun-temurun yang masih dipakai hingga sekarang. Penentuan hari baik dilakukan menggunakan hitungan neptu weton dan siklus tertentu dalam primbon Jawa.

Baca Juga: Rahasia Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Hari dan Arah yang Diyakini Bawa Sial serta Seret Rezeki

Primbon Jawa Menyebut Jumat Jadi Hari Baik untuk Mancing

Dalam tradisi Jawa, memancing tidak hanya dianggap sebagai hobi atau aktivitas mencari ikan, tetapi juga memiliki unsur spiritual dan keberuntungan. Karena itu, banyak orang memilih waktu tertentu sebelum pergi memancing.

Menurut penjelasan dalam video tersebut, hari Jumat dipercaya sebagai salah satu hari terbaik untuk memancing ikan karena dianggap penuh berkah. Selain Jumat, tanggal tertentu dalam kalender Jawa seperti tanggal 17 dan 21 juga dipercaya membawa keberuntungan bagi pemancing.

Kepercayaan itu muncul karena masyarakat Jawa meyakini hasil tangkapan pada hari baik akan lebih melimpah dibanding hari biasa. Bahkan sebagian orang percaya hasil pancingan tersebut dapat membawa keberuntungan finansial dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Rahasia Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Hari dan Arah yang Diyakini Bawa Sial serta Seret Rezeki

“Memancing di hari yang tepat diyakini bisa meningkatkan peluang mendapatkan hasil melimpah,” demikian penjelasan dalam tayangan tersebut.

Tradisi menentukan hari baik memancing ini masih dipraktikkan di sejumlah daerah Jawa hingga sekarang. Terutama di kalangan nelayan tradisional dan pemancing yang masih memegang kuat hitungan weton.

Cara Menghitung Nogo Dino Mancing Menurut Primbon Jawa

Penentuan Nogo Dino mancing dilakukan menggunakan perhitungan neptu weton pemancing dan hari yang dipilih untuk memancing. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dicocokkan dengan lima siklus primbon mancing.

Baca Juga: Nogo Dino Bulanan dalam Primbon Jawa Jadi Perhatian, Begini Cara Menentukan Arah Lamaran dan Pernikahan agar Tidak Sial

Lima siklus itu terdiri dari mentek, rejek, joka, temil, dan nol. Masing-masing memiliki arti berbeda terkait keberuntungan saat memancing.

Siklus pertama disebut mentek, yang dipercaya sebagai hari paling bagus untuk memancing karena berpotensi mendapatkan ikan besar dalam jumlah banyak. Siklus kedua adalah rejek atau rezeki, yang menandakan hasil tangkapan banyak tetapi ukuran ikan cenderung kecil.

Sementara siklus ketiga disebut joka. Pada fase ini, hasil tangkapan dianggap cukup untuk kebutuhan sehari-hari meski tidak terlalu melimpah. Siklus keempat yakni temil, dipercaya sebagai hari kurang baik karena ikan sulit didapat.

Baca Juga: 5 Fakta tentang Petir yang Jarang Diketahui, Bisa Sebabkan Kematian hingga Kerusakan Otak

Adapun siklus terakhir adalah nol yang dianggap paling buruk untuk memancing. Dalam kepercayaan primbon Jawa, memancing pada fase nol dipercaya dapat membawa kesialan dan hasil tangkapan sangat minim.

Sebagai contoh, seseorang yang lahir Selasa Legi memiliki neptu 8, sedangkan hari Minggu Legi memiliki neptu 10. Jika dijumlahkan menjadi 18, maka hasil tersebut masuk dalam siklus joka yang berarti cukup baik untuk memancing.

Perhitungan dilakukan dengan pengulangan urutan mentek, rejek, joka, temil, dan nol hingga menemukan angka hasil akhir.

Arah Mancing Juga Dipercaya Memengaruhi Keberuntungan

Selain menentukan hari baik, primbon Jawa juga memperhitungkan arah memancing. Arah tertentu diyakini bisa menambah keberuntungan dan membuat hasil tangkapan lebih banyak.

Baca Juga: 5 Fakta tentang Petir yang Jarang Diketahui, Bisa Sebabkan Kematian hingga Kerusakan Otak

Penentuan arah memancing juga dilakukan menggunakan kombinasi neptu weton. Setelah hasil perhitungan ditemukan, angka tersebut dicocokkan dengan tabel arah naga atau arah keberuntungan dalam primbon Jawa.

Dalam contoh Selasa Legi dan Minggu Legi yang menghasilkan angka 18, arah naga disebut berada di utara. Karena itu, pemancing dipercaya lebih beruntung jika memancing ke arah tersebut.

Kepercayaan mengenai arah mancing ini masih diyakini sebagian masyarakat Jawa sebagai bentuk ikhtiar sebelum mencari ikan. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, tradisi tersebut dianggap bagian dari budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga: Tersambar Petir Bisa Jadi Superhero? Ini Fakta Mengerikan Sambaran Petir yang Bisa Merusak Organ hingga Otak

Hingga kini, primbon Nogo Dino mancing tetap menjadi salah satu tradisi unik masyarakat Jawa yang masih dipelajari, terutama oleh kalangan penghobi memancing dan nelayan tradisional.

Editor : Novica Satya Nadianti
#Nogo Dino Mancing #Hari Baik Memancing #Arah Mancing Menurut Primbon #Weton jawa #Primbon Jawa