Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Cara Menghitung Naga Dina dan Patine Dina Menurut Primbon Jawa, Diyakini Pengaruhi Rezeki dan Kesialan

Novica Satya Nadianti • Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:41 WIB
Naga Dina dan Patine Dina dalam primbon Jawa dipercaya menentukan arah keberuntungan dan kesialan berdasarkan weton.(freepik.com)
Naga Dina dan Patine Dina dalam primbon Jawa dipercaya menentukan arah keberuntungan dan kesialan berdasarkan weton.(freepik.com)

 

JAKARTA - Naga Dina dan Patine Dina dalam primbon Jawa kembali menjadi perhatian masyarakat setelah banyak dibahas dalam konten budaya Jawa di media sosial dan YouTube. Kepercayaan tradisional ini diyakini berkaitan dengan kekuatan hari, arah keberuntungan, hingga potensi kesialan dalam aktivitas penting seperti berdagang, pindah rumah, dan pernikahan.

Dalam tradisi Jawa, Naga Dina dipercaya sebagai posisi kekuatan atau kejayaan suatu hari. Sementara Patine Dina diartikan sebagai arah kematian hari atau arah yang harus dihindari karena diyakini membawa hambatan dan kesialan.

Kepercayaan tersebut masih digunakan sebagian masyarakat Jawa yang memegang hitungan weton untuk menentukan arah perjalanan maupun aktivitas penting. Perhitungan dilakukan memakai neptu hari dan pasaran dalam kalender Jawa.

Baca Juga: Primbon Nogo Dino Mancing Jadi Perbincangan, Begini Cara Hitung Hari dan Arah agar Dapat Banyak Ikan

Naga Dina Diyakini Menjadi Arah Kekuatan Hari

Dalam penjelasan primbon Jawa, Naga Dina disebut sebagai “lungguhe dina” atau tempat bersemayamnya kekuatan hari. Arah itulah yang dipercaya membawa keberuntungan dan energi baik.

Untuk menghitung Naga Dina, masyarakat Jawa menggunakan neptu hari dan pasaran. Nilai neptu hari terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sedangkan neptu pasaran meliputi Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, serta Kliwon 8.

Sebagai contoh, Sabtu Legi memiliki total neptu 14, hasil dari Sabtu 9 ditambah Legi 5. Angka tersebut kemudian dihitung berputar dari arah timur, selatan, barat, dan utara secara berulang.

Baca Juga: Terungkap Penyebab Suara Petir Menggelegar, Ternyata Bukan dari Kilatnya Langsung

Perhitungan 14 untuk Sabtu Legi jatuh di arah selatan. Karena itu, Naga Dina Sabtu Legi dipercaya berada di selatan atau kidul dalam bahasa Jawa.

“Kekuatan harinya berada di selatan,” demikian penjelasan dalam tayangan budaya Jawa tersebut.

Masyarakat yang mempercayai hitungan ini biasanya memilih arah tertentu ketika berdagang atau bepergian agar dianggap mendapatkan keberuntungan lebih besar.

Patine Dina Dianggap Sebagai Arah yang Harus Dihindari

Selain Naga Dina, masyarakat Jawa juga mengenal istilah Patine Dina yang berarti arah kematian hari. Dalam kepercayaan primbon Jawa, arah tersebut diyakini harus dihindari saat memiliki hajat besar.

Baca Juga: Rahasia Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Hari dan Arah yang Diyakini Bawa Sial serta Seret Rezeki

Patine Dina sering dihubungkan dengan arah kuburan atau arah sial. Karena itu, sebagian masyarakat menghindari bepergian ke arah tersebut ketika hendak menggelar pernikahan, pindah rumah, atau mencari rezeki.

Cara menghitung Patine Dina dilakukan menggunakan angka neptu yang sama. Misalnya pada Sabtu Legi dengan jumlah neptu 14. Hari Sabtu dihitung sebanyak 14 kali mengikuti urutan hari Jawa hingga jatuh pada Sabtu kembali.

Sementara pasaran Legi dihitung 14 kali melalui urutan Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon hingga jatuh pada Setu Kliwon. Dari hasil tersebut diperoleh neptu 17 karena Sabtu bernilai 9 dan Kliwon 8.

Angka 17 kemudian dihitung lagi dari arah timur, selatan, barat, dan utara. Hasil akhirnya jatuh di arah timur atau wetan.

Baca Juga: Kenapa Suara Petir Datang Setelah Kilat? Ternyata Ini Penyebab Guntur Terdengar Telat Saat Hujan

Artinya, pada Sabtu Legi arah timur dipercaya menjadi Patine Dina yang harus dihindari untuk aktivitas penting.

Dipakai Pedagang dan Acara Besar dalam Tradisi Jawa

Kepercayaan terhadap Naga Dina dan Patine Dina masih dipakai sebagian masyarakat Jawa hingga sekarang. Terutama oleh pedagang tradisional dan keluarga yang masih memegang kuat adat Jawa.

Dalam praktiknya, arah Patine Dina dipercaya bisa menyebabkan usaha sepi, rezeki seret, atau tujuan perjalanan tidak berjalan lancar. Karena itu, banyak orang memilih menghindari arah tersebut.

Sebaliknya, arah Naga Dina dianggap membawa energi baik dan keberuntungan. Pedagang yang menuju arah tersebut diyakini lebih mudah mendapatkan pembeli dan hasil usaha yang lebih baik.

Baca Juga: Tersambar Petir Bisa Jadi Superhero? Ini Fakta Mengerikan Sambaran Petir yang Bisa Merusak Organ hingga Otak

Sebagai contoh, seseorang yang berdagang pada Sabtu Legi disarankan tidak menuju arah timur karena dianggap sebagai Patine Dina. Jika nekat ke arah tersebut, diyakini hasil dagangan bisa tidak maksimal.

Meski begitu, kepercayaan ini tidak memiliki dasar ilmiah dan lebih dipahami sebagai bagian dari budaya serta tradisi leluhur masyarakat Jawa. Hingga kini, hitungan weton, Naga Dina, dan Patine Dina tetap menjadi warisan budaya yang masih dipelajari dan dipercaya sebagian masyarakat.

Editor : Novica Satya Nadianti
#Arah Keberuntungan Jawa #naga dina #hitungan weton Jawa #patine dina #Primbon Jawa