JAKARTA - Primbon Jawa kembali menjadi perhatian publik setelah ramai pembahasan mengenai arah jodoh berdasarkan weton dan Nogo Dino. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, arah tertentu dipercaya menjadi lokasi datangnya keberuntungan dan pasangan hidup yang cocok sesuai hitungan weton seseorang.
Konsep arah jodoh menurut primbon Jawa ini banyak dipercaya sebagai bentuk ikhtiar bagi mereka yang belum menemukan pasangan. Perhitungan dilakukan menggunakan neptu weton dan arah keberuntungan Nogo Dino yang diyakini dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga.
Dalam tayangan kanal YouTube bertema primbon Jawa, dijelaskan bahwa pasangan yang berasal dari arah keberuntungan sesuai weton dipercaya lebih mudah menciptakan hubungan adem ayem, tenteram, dan langgeng.
Meski demikian, kecocokan weton pasangan tetap dianggap sebagai faktor utama. Arah jodoh menurut Nogo Dino disebut hanya menjadi pelengkap untuk membantu memperkuat hubungan.
Arah Jodoh di Timur untuk Weton Neptu 9, 13, dan 17
Menurut hitungan primbon Jawa, arah timur dipercaya menjadi arah keberuntungan dan jodoh bagi pemilik weton dengan neptu tertentu. Kelompok pertama adalah neptu 9 yang dimiliki Minggu Wage dan Senin Legi.
Selain itu, arah timur juga berlaku bagi pemilik neptu 13 seperti Minggu Kliwon, Senin Pahing, Kamis Legi, Jumat Pon, dan Sabtu Wage. Kemudian neptu 17 yang dimiliki Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon.
Dalam penjelasan tersebut, arah timur tidak selalu berarti lokasi lurus ke timur. Wilayah yang sedikit berbelok tetapi masih berada di sisi timur dari domisili tetap dianggap masuk kategori arah jodoh.
Sebagai contoh, seseorang yang tinggal di Kediri bisa mencari pasangan dari wilayah Pare atau daerah lain yang berada di arah timur dari tempat tinggalnya.
“Jika jodohnya sesuai arah Nogo Dino wetonnya, rumah tangga dipercaya lebih tenteram dan tidak gampang goyah,” demikian penjelasan dalam tayangan tersebut.
Kepercayaan ini masih banyak dipakai masyarakat Jawa sebagai salah satu bentuk usaha batin untuk menemukan pasangan hidup yang dianggap cocok.
Baca Juga: Primbon Nogo Dino Mancing Jadi Perbincangan, Begini Cara Hitung Hari dan Arah agar Dapat Banyak Ikan
Arah Selatan dan Barat Diyakini Membawa Keberuntungan Jodoh
Selain timur, arah selatan juga dipercaya menjadi arah jodoh bagi sejumlah weton tertentu. Pemilik neptu 10 seperti Minggu Legi, Jumat Wage, dan Selasa Pon disebut memiliki arah keberuntungan di selatan.
Kemudian neptu 14 yang dimiliki Minggu Pahing, Rabu Pon, Jumat Kliwon, dan Sabtu Legi juga dipercaya cocok mencari pasangan dari arah selatan. Begitu pula pemilik neptu 18 seperti Sabtu Pahing.
Sementara arah barat dipercaya menjadi arah jodoh bagi pemilik neptu 7, 11, dan 15. Weton tersebut antara lain Selasa Wage, Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage, Jumat Legi, Rabu Kliwon, Kamis Pon, dan Jumat Pahing.
Dalam tradisi primbon Jawa, arah keberuntungan ini dipercaya bisa membantu memperkuat hubungan jika pasangan memiliki kecocokan weton yang baik.
Baca Juga: Primbon Nogo Dino Mancing Jadi Perbincangan, Begini Cara Hitung Hari dan Arah agar Dapat Banyak Ikan
Meski tidak memiliki dasar ilmiah, hitungan arah jodoh tetap dipertahankan sebagian masyarakat Jawa sebagai bagian dari tradisi turun-temurun.
Pemilik Neptu 8, 12, dan 16 Dipercaya Cocok ke Arah Utara
Arah utara menjadi arah keberuntungan jodoh bagi pemilik neptu 8, 12, dan 16. Weton dengan neptu 8 antara lain Senin Wage dan Selasa Legi.
Kemudian neptu 12 meliputi Minggu Pon, Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, dan Kamis Wage. Sedangkan neptu 16 dimiliki Rabu Pahing, Kamis Kliwon, dan Sabtu Pon.
Menurut primbon Jawa, seseorang yang menemukan pasangan dari arah keberuntungan wetonnya dipercaya memiliki peluang lebih besar membangun rumah tangga harmonis.
Namun demikian, pembahasan arah jodoh berdasarkan weton dan Nogo Dino lebih dipahami sebagai warisan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Banyak masyarakat memaknainya sebagai bentuk ikhtiar dan motivasi dalam mencari pasangan hidup.
Hingga kini, primbon Jawa mengenai arah jodoh masih menjadi salah satu topik yang menarik perhatian masyarakat, terutama kalangan muda yang penasaran dengan hitungan weton dan kecocokan pasangan.
Editor : Novica Satya Nadianti