TUGU, Radar Trenggalek - Kondisi ruas jalan nasional Trenggalek–Ponorogo KM 16 di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, masih belum stabil setelah sempat terjadi hujan deras pada Kamis malam hingga longsoran bebatuan. Karena itu, hingga Jumat (22/5) pagi, jalur tersebut masih diberlakukan sistem buka-tutup demi keselamatan pengguna jalan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, St. Triadi Atmono, mengatakan penutupan sempat dilakukan sekitar pukul 04.30. Itu terjadi karena material batu kembali jatuh ke badan jalan.
“Betul, tadi pagi kami tutup sementara karena ada material batu yang jatuh. Ini kami lakukan demi keamanan bersama,” ujar Triadi.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Tekankan Perbaikan Jalan Ngares - Bendungan Jadi Prioritas
Dia menjelaskan, selain ancaman longsor susulan dari tebing yang masih labil, kondisi kabut tebal di kawasan tersebut juga memperparah risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
“Kami ingin yang melintasi jalur ini selamat semua. Jangan sampai kejadian mobil tertimpa batu kembali terjadi,” tegasnya.
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Perkimhub, serta instansi terkait masih melakukan pembersihan material longsor sekaligus pengaturan lalu lintas di lokasi.
Baca Juga: Harga Sapi Kurban Naik Signifikan, Stok Terbatas karena Peternak Trauma PMK
Sistem buka tutup diterapkan untuk mengurangi risiko sekaligus memberi kesempatan kepada petugas untuk melakukan penanganan.
Untuk kendaraan roda dua dan mobil pribadi nonmuatan, pengalihan arus dilakukan melalui jalur alternatif bawah, termasuk akses via Bendungan Tugu.
Namun, jalur tersebut tidak direkomendasikan bagi kendaraan besar maupun truk bermuatan karena kondisi jalan yang sempit.
“Saat ini, arus kami atur bergantian agar tetap lancar karena jalur alternatif cukup terbatas,” imbuh Triadi.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Mengingat kondisi tanah masih rawan longsor setelah hujan mengguyur kawasan perbukitan.
“Hingga kini, proses pemantauan dan penanganan masih terus kami lakukan. Jalur KM 16 Trenggalek-Ponorogo baru akan dibuka normal setelah kondisi tebing benar-benar dinyatakan aman dari potensi longsor susulan". jelas Triadi. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana