KOTA, Radar Trenggalek – Keterbatasan anggaran khususnya untuk alokasi belanja pegawai menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek ke depan.
Karena itu, aparatur sipil negara (ASN) dituntut mampu bekerja lebih cepat, adaptif, dan inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Itu dilakukan lantaran ditengah keterbatasan anggaran, ASN tidak boleh bekerja dengan pola lama. Justru hal tersebut harus menjadi pemicu untuk melahirkan inovasi dan kreativitas dalam bekerja.
Baca Juga: Formasi Lengkap, DPRD Trenggalek Percaya Produktivitas Meningkat
“Tantangan birokrasi ke depan tidak ringan. Oleh karena itu, kami berharap para pegawai harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,“ ungkap Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek, Syah M. Natanegara.
Apalagi baru-baru ini pemkab telah melakukan pelantikan ASN. Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 69 orang dari 88 PNS yang diambil sumpahnya merupakan pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional, yang terdiri dari 19 jenis jabatan.
Wabup menilai, penguatan jabatan fungsional menjadi langkah strategis untuk membangun birokrasi yang profesional berbasis kompetensi.
“Jabatan fungsional bukan hanya tentang jenjang karir, tetapi tentang kontribusi nyata dan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Rapor dan TKA jadi Komponen Penilaian
Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalisme ASN agar mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Lebih jauh, wabup berharap para pejabat fungsional dapat menjadi motor penggerak inovasi di masing-masing perangkat daerah.
“Harus lahir ide-ide baru, cara kerja baru, dan solusi baru yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandas Syah. (jaz/din)