KOTA, Radar Trenggalek – Bangunan yang rencananya akan dijadikan tempat pusat jajanan serba-ada (pujasera) yang berada di sisi selatan Pasar Pon Trenggalek hingga kini masih belum difungsikan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian para pedagang di sekitar pasar. Karena, bangunan yang telah berdiri tersebut belum dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan maupun usaha kuliner.
Seorang pedagang di sekitar Pasar Pon, Edi S mengatakan, bangunan pujasera tersebut sudah lama berdiri setidaknya satu tahun. Namun hingga kini belum terlihat adanya aktivitas usaha yang dilakukan di lokasi tersebut.
“Kalau ndak salah tuh dulu bangunnya hampir barengan sama Pasar Pon, habis Pasar Pon jadi, lalu sini dibangun,” jelasnya.
Baca Juga: Pedagang Ingin Revitalisasi Pasar Durenan
Menurut dia, keberadaan pujasera yang belum digunakan membuat bangunan tampak sepi dan terkesan dibiarkan begitu saja meskipun dari segi bangunan cukup terawat.
Padahal, apabila difungsikan, lokasi tersebut berpotensi menambah keramaian kawasan pasar sekaligus dapat memutar roda ekonomi daerah.
“Sayang kalau bangunannya dibiarkan kosong terus. Kalau dimanfaatkan tentu bisa menambah aktivitas ekonomi di sekitar pasar,” ujarnya.
Dia menambahkan, para pedagang selama ini hanya mengetahui bahwa bangunan tersebut belum digunakan. Selama ini, informasi yang ada hanyalah bangunan tersebut akan dijadikan pujasera saja, tak lebih dari itu.
Baca Juga: Pansus 3 DPRD Trenggalek Genjot Perda, Madrasah Diniyah Nonformal Segera Difasilitasi
Keberadaan pujasera dinilai dapat menjadi pendukung aktivitas Pasar Pon yang merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Kabupaten Trenggalek.
Selain menyediakan tempat berjualan, fasilitas tersebut juga berpotensi menjadi lokasi kuliner yang menarik bagi pengunjung pasar.
Para pedagang berharap pemerintah segera menentukan pemanfaatan bangunan tersebut agar tidak terbengkalai.
Dengan difungsikannya pujasera, aktivitas ekonomi di kawasan pasar diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat yang berkunjung ke Pasar Pon. (tra/c1/din)
Editor : Isna Dzikirianti