TUGU, Radar Trenggalek - Kondisi jalan rusak di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, masih menjadi keluhan warga. Kerusakan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas setiap harinya.
Salah satu warga setempat, Yudi S mengatakan, kerusakan jalan tersebut bukan persoalan baru lagi.
Dia menjelaskan bahwa kondisi jalan sudah mengalami kerusakan cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai. Bahkan diperkirakan kerusakan jalan sudah berlangsung lebih dari 10 tahun.
“Jalan itu rusak sudah lama. Kurang lebih ada 15 tahun jalan ini rusak,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Desa Dukuh Keluhkan Jalan Rusak
Yudi menjelaskan, sebelum ada akses yang lebih baik, warga bahkan harus memutar melalui jalur lain untuk menghindari titik jalan yang rusak. Kondisi tersebut tentu membuat perjalanan menjadi lebih jauh dan memakan banyak waktu.
Meski demikian, dia menyebut masih terdapat ruas jalan lain di wilayah tersebut yang kondisinya lebih memprihatinkan. Selain mengalami kerusakan yang lebih parah, medan jalan juga dinilai ekstrem sehingga menyulitkan masyarakat yang melintas.
“Sebetulnya ada yang lebih parah lagi dari yang ini. Di atas itu rusaknya lebih parah dan medannya ekstrem,” katanya.
Baca Juga: Bangunan Pujasera Belum Difungsikan
Menurut Yudi, pembahasan mengenai perbaikan jalan sebenarnya sudah beberapa kali muncul. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilaksanakan.
Dia juga mengungkapkan bahwa apabila perbaikan tersebut dijalankan, perbaikannya berupa pengecoran jalan, bukan pengaspalan ulang. “Wacana perbaikan sebenarnya ada, tapi tidak tahu kapan bakal diperbaiki,” tuturnya.
“Perbaikannya juga itu sekarang cor semen, bukan aspal lagi,” imbuhnya.
Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan terhadap ruas jalan yang rusak tersebut.
Selain untuk menunjang mobilitas masyarakat, perbaikan jalan juga dinilai penting demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mendukung aktivitas ekonomi warga Desa Prambon dan sekitarnya. (tra/c1/din)
Editor : Isna Dzikirianti