KARANGAN, Radar Trenggalek – Penutupan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang berada di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, mulai menimbulkan keresahan di kalangan warga meskipun lokasi tersebut juga ditutup warga setempat sendiri.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kebingungan dalam membuang sampah sehari-hari.
“Penutupan TPS tersebut lantaran berbagai hal,” terang Kepala Desa Kedungsigit, Arys Cahyo Widigdo, Selasa (9/6).
Dia menjelaskan, salah satu yang menjadi penyebab ditutupnya TPS tersebut oleh warga karena sering terlambatnya pengangkutan sampah dari dinas terkait, dan ditambah banyaknya TPS yang ditutup juga di desa lain sehingga banyak warga desa lain yang membuang sampah di TPS Kedungsigit.
Baca Juga: Jalan Rusak di Desa Prambon Belum Tersentuh, Perbaikan, Warga Harap Segera Ditangani
Hal tersebut menyebabkan TPS Kedungsigit tak mampu menampung volume sampah yang semakin besar. Warga yang jengkel pun akhirnya menyegel TPS tersebut hingga hari ini.
Namun, sebagian warga lain yang merasa membutuhkan fasilitas tersebut protes karena mereka sekarang tidak punya tempat untuk membuang sampah-sampahnya sementara TPS masih ditutup.
“Jadi hari ini (Selasa, Red) dari warga yang merasa membutuhkan, protes, karena sampai hari ini belum bisa diputuskan,” terangnya.
Baca Juga: Upaya Optimalisasi Kunjungan Tak Signifikan
Arys juga mengatakan bahwa telah berkoordinasi dengan dinas terkait, dalam hal ini dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek. Namun, langkah yang ditawarkan dinas adalah bantuan berupa pagar.
“Sudah koordinasi (dengan DLH), mau dikasih bantuan pagar, cuma sampai hari ini belum realisasi,” jelasnya.
Maka untuk mengakhiri polemik tersebut, lanjut dia, masih menunggu pihak terkait terlebih dahulu.
Dia menjelaskan, langkah desa ke depannya adalah mengadakkan musyawarah dengan warga, karena terdapat warga Kedungsigit juga yang memerlukan fasilitas TPS tersebut.
Musyawarah diharapkan menjadi titik temu agar pengelolaan sampah kembali berjalan tertib dan tidak menimbulkan penumpukan di lingkungan permukiman warga sekitar lokasi TPS tersebut. (tra/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana