KOTA, Radar Trenggalek – Masyarakat tidak perlu panik akan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pasalnya, ketersediaan BBM bersubsidi di Bumi Menak Soal dipastikan masih aman hingga akhir tahun 2026.
Hal ini terlihat dari tingkat serapan kuota yang hingga pertengahan tahun belum mencapai 50 persen dari total alokasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek, Agus Subchi mengatakan, kuota BBM bersubsidi yang diterima daerah telah ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui surat resmi pada Maret 2026.
“Untuk tahun 2026, Kabupaten Trenggalek mendapatkan kuota bio solar sebesar 23.793 kilo liter dan pertalite sebesar 38.116 kilo liter,” ujarnya.
Menurut Agus, hingga akhir Mei 2026, realisasi penyaluran bio solar tercatat sekitar 7.250 kilo liter. Angka tersebut masih jauh dibawah setengah dari total kuota tahunan.
“Per 31 Mei, realisasi solar masih sekitar 7.250 kilo liter. Ini belum sampai 50 persen, sehingga secara hitungan masih cukup aman sampai akhir tahun,” jelasnya.
Sementara itu, untuk jenis BBM penugasan berupa pertalite, realisasi penyaluran juga masih berada di bawah separuh kuota. Hingga akhir Mei, serapan pertalite tercatat sekitar 12.501 kilo liter.
“Kalau pertalite realisasinya sekitar 12.501 kilo liter dari total 38.116 kilo liter. Artinya masih sekitar 30 persen, jadi juga relatif aman,” imbuhnya.
Agus menjelaskan, meskipun terdapat potensi peningkatan konsumsi akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi, pihaknya tetap optimistis kuota yang ada masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Untuk mengantisipasi potensi kelangkaan, Pemkab Trenggalek terus melakukan pemantauan realisasi penyaluran BBM secara berkala.
Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur dan pihak Pertamina.
“Kami terus berkomunikasi dengan Dinas ESDM Provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat, serta dengan Pertamina untuk memastikan distribusi tetap lancar,” tegasnya.
Dia menambahkan, langkah pemantauan dan koordinasi tersebut menjadi kunci agar distribusi BBM bersubsidi tetap terkendali, terutama di tengah dinamika harga energi nasional.
Dengan kondisi serapan yang masih di bawah 50 persen, Pemkab Trenggalek memastikan pasokan BBM bersubsidi, baik bio solar maupun pertalite, masih dalam kondisi aman dan terkendali hingga akhir tahun.
“Selama pemantauan dan koordinasi berjalan, kami optimistis kebutuhan BBM bersubsidi masyarakat tetap terpenuhi,” pungkas Agus. (jaz/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana