DURENAN, Radar Trenggalek - Kesadaran akan pentingnya menjaga warisan sejarah dan memulihkan sumber daya alam kembali digelorakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek, bersama masyarakat setempat. Warga turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Situs Sendang Kamulyan pada Rabu (10/6) lalu.
Ditemukannya situs Sendang Kamulyan yang ada di Desa Kamulan merupakan sebuah area yang diyakini menyimpan rekam jejak penting berdirinya wilayah Trenggalek dan sekitarnya.
Kepala Desa Kamulan, Masruri, menyatakan aksi gotong royong ini bukan sekadar agenda kebersihan biasa, melainkan langkah awal untuk merestorasi situs bersejarah yang sudah ada sejak zaman dahulu atau diperkirakan peninggalan sebelum Kerajaan Majapahit pada tahun 1190 Masehi.
Baca Juga: BUMDes Widoro Kembangkan Budi Daya Patin dan Lele Ketahanan Pangan Desa
Bagi masyarakat setempat, Sendang Kamulyan memiliki nilai sentimental dan ekologis yang tinggi.
"Sejak masa kecil saya, sendang ini merupakan wilayah sumber air yang sangat besar. Airnya dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari mencuci hingga mengairi area persawahan yang menjadi urat nadi perekonomian warga," ujar Masruri saat ditemui di lokasi kegiatan.
Namun, seiring berjalannya waktu, Sendang Kamulyan mengalami penurunan debit air yang drastis.
Saat ini, mata air yang dulunya melimpah tersebut hanya menyisakan aliran yang kecil.
Kondisi inilah yang memicu keprihatinan pemdes dan warga untuk bergerak bersama melakukan penataan ulang.
Selain fokus pada pemulihan lingkungan, aksi ini juga didorong oleh kuatnya nilai historis kawasan tersebut.
Berdasarkan cerita turun-temurun dari nenek moyang yang kini diperkuat oleh temuan arkeologis, wilayah Kamulan merupakan tempat ditemukannya Prasasti Kamolan (Kamulan).
Prasasti inilah yang menjadi tonggak sejarah penting karena memuat arloji waktu atau cikal bakal lahirnya Kabupaten Trenggalek.
"Konon katanya, prasasti yang menjadi dasar berdirinya Kabupaten Trenggalek itu ditemukan di area sini. Beberapa benda yang menjadi tonggak sejarah Desa Kamulan sekaligus Kabupaten Trenggalek memang berada di kawasan ini," tambah Masruri.
Tak hanya prasasti, dalam beberapa waktu terakhir, kawasan di belakang Balai Desa Kamulan juga mengejutkan publik karena temuan benda purbakala lainnya.
Di antaranya, sepasang Tombak Koro Welang serta Watu Dakon yang diperkirakan berasal dari tahun 855 atau 856 Masehi.
Baca Juga: Jembatan Garuda Belah Sungai Mlinjon
Melihat potensi sejarah dan alam yang begitu besar, Pemdes Kamulan berkomitmen untuk terus mengembangkan Situs Sendang Kamulyan.
Rencana jangka panjang pun telah disiapkan, termasuk melakukan upaya pengeboran di sekitar sendang guna memancing kembali keluarnya sumber air purba tersebut.
"Kami berharap dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait, sumber air ini bisa muncul kembali. Jika airnya kembali melimpah, tentu akan dialokasikan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan warga Desa Kamulan," pungkas Masruri, optimistis. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana