WATULIMO, Radar Trenggalek – Upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang baik terus didorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek. Salah satunya dengan mengajak masyarakat memulai dari diri sendiri, yang diwujudkan melalui aksi bersih Pantai Cengkrong, Senin (15/6), dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Plt Kepala DLH Trenggalek, Cusi Kurniawati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan nyata membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Ya, hari ini (kemarin, Red) kita aksi bersih Pantai Cengkrong yang merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sekaligus kita membantu persiapan kegiatan Sembonyo di kawasan ini yang rencananya lusa (Rabu, 17/6),” ujarnya.
Selain aksi bersih pantai, dalam kesempatan itu juga diluncurkan program Trenggalek Asri (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah). Program ini merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah pusat agar daerah aktif melakukan gerakan nyata menjaga kebersihan lingkungan.
“Launching Trenggalek Asri ini bagian dari instruksi pusat. Nantinya ada gerakan rutin seperti kerja bakti, olahraga, dan kebiasaan bersih-bersih di lingkungan kerja,” jelasnya.
Dia merinci, salah satu implementasi program tersebut adalah pembiasaan bersih-bersih selama 30 menit sebelum memulai aktivitas kerja, serta kegiatan kerja bakti dan olahraga bersama setiap Jumat.
Sekitar 300 peserta terlibat dalam aksi bersih Pantai Cengkrong. Mereka terdiri dari kelompok sadar wisata (pokdarwis), nelayan, pelajar, unsur korporasi, hingga masyarakat setempat.
“Dalam kegiatan ini, nantinya sampah yang terkumpul kemudian ditimbang sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah yang terukur,“ jelas Cusi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek Edy Soepriyanto menegaskan, persoalan sampah menjadi isu global yang harus ditangani bersama, dimulai dari hal kecil di lingkungan masing-masing.
“Pengelolaan sampah yang tidak baik adalah ancaman bagi dunia dan umat manusia. Karena itu harus dimulai dari diri sendiri, dari rumah tangga, dengan memilah sampah,” imbuhnya.
Dia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah organik dan nonorganik sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Trenggalek,” tegas Edy. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana