Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Harga Bawang Putih Melonjak Rp 12 Ribu dalam Dua Hari Cabai Masih Naik Turun

Zaki Jazai • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:43 WIB
PASOKAN MINIM: Pedagang di pasar basah sedang melayani pembeli bawang putih yang harganya melambung tinggi. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
PASOKAN MINIM: Pedagang di pasar basah sedang melayani pembeli bawang putih yang harganya melambung tinggi. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Harga cabai di Pasar Basah Trenggalek masih bergerak fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Namun di tengah kondisi tersebut, bawang putih justru mengalami lonjakan tajam hingga Rp 12 ribu hanya dalam waktu dua hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai saat ini berada di kisaran Rp 60 ribu per kilogram (kg), naik dari sebelumnya sekitar Rp 52 ribu. Meski naik, pedagang menilai pergerakan harga cabai masih tergolong wajar karena dipengaruhi faktor cuaca dan pasokan.

Berbeda dengan cabai, harga bawang putih justru melonjak drastis. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas ini naik hingga 50 persen, dari Rp 24 ribu menjadi Rp 36 ribu per kg.

Baca Juga: Payung Hukum Pilkades Belum Rampung Kini Masuk Tahap Pembahasan Agustus, Perda Ditarget Tuntas

Salah satu pedagang sayur di Pasar Basah Trenggalek, Siti Fatimah mengaku, kenaikan harga bawang putih terjadi sangat cepat dan di luar perkiraan. “Kalau cabai memang biasa naik turun. Tapi bawang putih ini yang paling terasa. Dalam dua hari saja naik Rp 12 ribu, dari Rp 24 ribu sekarang jadi Rp 36 ribu per kilogram,” ujarnya.

Menurut dia, lonjakan harga bawang putih dipicu menurunnya pasokan dari daerah pemasok. Pedagang yang selama ini mengandalkan distribusi dari Tulungagung kini kesulitan mendapatkan stok dalam jumlah normal.

“Pasokan berkurang dan kualitasnya juga menurun. Dari sana (Tulungagung) memang lagi terbatas,” jelasnya.

Baca Juga: Kondisi Geografis Jadi Kendala Distribusi Air

Kondisi tersebut memaksa pedagang menyesuaikan harga jual di tingkat konsumen. Di sisi lain, kenaikan harga juga berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Siti menyebut banyak pembeli kini mulai mengurangi jumlah belanja. Jika sebelumnya membeli 1 kilogram, kini sebagian besar hanya membeli setengah kilogram atau bahkan beberapa ons saja.

“Pembeli sekarang lebih hemat. Banyak yang mengurangi jumlah belanja karena harga naik,” katanya.

Selain bawang putih dan cabai, sejumlah komoditas lain relatif stabil. Bawang kating dijual di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 38 ribu per kg, sementara wortel berada di rentang Rp 10 ribu hingga Rp 18 ribu per kg tergantung kualitas.

Pedagang berharap pasokan bawang putih segera kembali normal agar harga bisa kembali stabil. Mereka khawatir lonjakan harga akan terus berlanjut jika distribusi masih tersendat. “Kalau pasokan belum lancar, kemungkinan harga masih bisa naik lagi,” pungkas Siti. (jaz/c1/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#harga bawang putih #harga cabai #trenggalek #Pedagang #pasar basah