KOTA, Radar Trenggalek – Memasuki musim kemarau, kini Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wening Trenggalek mulai mengantisipasi potensi kekeringan saat musim kemarau di wilayah tertentu.
Direktur Perumdam Tirta Wening, Khoirul Ansori, mengatakan telah menyiapkan berbagai langkah supaya pelayanan air bersih tetap berjalan meskipun nanti musim kemarau melanda wilayah Trenggalek.
"Kita sudah antisipasi untuk kemarau. Kita juga menyiapkan armada bantuan," ujarnya, Senin (15/6).
Menurut Khoirul, langkah antisipasi untuk saat ini dilakukan dengan memantau kondisi dari sumber-sumber air baku yang selama ini menjadi penopang pelayanan pelanggan PDAM.
Selain itu, perumdam juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan apabila terjadi kekurangan pasokan di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Baca Juga: Residivis Kambuhan, Baru Keluar Penjara Sudah Jambret Lagi Terbaru Beraksi di Tiga Lokasi
Sumber air utama yang berasal dari wilayah Bendungan diperkirakan masih mampu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, meskipun nantinya debit air akan mengalami sedikit penurunan saat musim kemarau.
Namun, Khoirul memastikan bahwa pasokan air masih dapat didistribusikan ke pelanggan meskipun debit air berkurang.
"Kalau musim kemarau ya turun, cuma tidak sampai habis. Insya Allah masih mencukupi," katanya.
Khoirul mengatakan terus meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi.
Kesiapan armada distribusi air bersih juga menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan apabila terdapat daerah yang mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih.
“Saat kemarau, kita juga kirim bantuan air ke wilayah-wilayah yang membutuhkan air ketika musim kemarau,” ujarnya.
Khoirul berharap masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan menghadapi musim kemarau tahun ini.
Perumdam akan terus memantau perkembangan dan kondisi dari sumber air, serta memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal selama kebutuhan air baku masih mencukupi meskipun di musim kemarau. (tra/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana