Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kamulan Diduga Kawasan Peradaban Tua Banyak Benda Bersejarah Ditemukan

Zaki Jazai • Senin, 22 Juni 2026 | 10:41 WIB
HARUS DITELITI : Tim dari Disparbud Trenggalek meninjau temuan struktur bata di wilayah Desa Kamulan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
HARUS DITELITI : Tim dari Disparbud Trenggalek meninjau temuan struktur bata di wilayah Desa Kamulan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

DURENAN, Radar Trenggalek – Penemuan berbagai benda yang diduga sebagai objek diduga cagar budaya (ODCB) di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, semakin menguatkan dugaan bahwa wilayah tersebut merupakan pusat peradaban pada masa lampau.

Apalagi, dahulu kala di lokasi tersebut terdapat Prasasti Kamulan sebagai pedoman pelaksanaan Hari Jadi Trenggalek hingga saat ini.

Kepala Desa Kamulan, Masruri mengungkapkan, selain struktur batu bata di kawasan Sendang Kamulyan, sejumlah temuan lain seperti prasasti, fragmen arca, hingga pecahan gerabah sering ditemukan di wilayah desa tersebut.

Baca Juga: Disparbud Kejar Target PAD Rp 10 M

Hal itu turut memperkuat indikasi bahwa wilayah Desa Kamulan merupakan pusat peradaban zaman dulu.

“Banyak ditemukan benda-benda bersejarah di sini. Selain prasasti, juga ada fragmen arca dan pecahan gerabah. Ini menunjukkan bahwa wilayah ini dulunya memang memiliki aktivitas peradaban,” ujarnya.

Menurut dia, temuan paling penting adalah Prasasti Kamulan yang mencatat sejarah berdirinya wilayah Trenggalek pada 31 Agustus 1194 Masehi atau 1116 Saka. Prasasti tersebut menjadi bukti kuat bahwa kawasan Kamulan telah memiliki peran penting sejak abad ke-11.

“Kalau melihat era waktunya, ini sekitar tahun 1190-an Masehi. Artinya lebih dulu dibandingkan Kerajaan Majapahit,” jelasnya.

Baca Juga: 126 Desa di Trenggalek Catat Nol Perkawinan Anak, Capaian Didukung Sinergi Lintas Sektor

Masruri menambahkan, berdasarkan cerita turun-temurun, wilayah Kamulan diyakini sebagai bagian dari perkembangan peradaban pasca perpecahan Kerajaan Kediri.

Bahkan, lokasi yang kini menjadi Balai Desa Kamulan disebut-sebut sebagai pusat aktivitas pada masa itu.

“Dulu warga sering menemukan batu-batu besar saat menggali pondasi rumah. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat kehidupan,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Durenan, Ahmad Zuhdan menyebut, nilai historis Kamulan menjadi salah satu alasan pemerintah bersama masyarakat terus berupaya menjaga dan merawat kawasan tersebut.

Baca Juga: Antisipasi Kemarau, Monitoring Sumber Air

“Dari sisi sejarah, Kamulan ini merupakan awal berdirinya Trenggalek. Karena itu, kami terus mendorong upaya pelestarian bersama berbagai elemen,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah desa telah melakukan berbagai langkah awal seperti pembersihan kawasan Sendang Kamulyan hingga pelaporan kepada pemerintah daerah agar mendapat perhatian lebih lanjut.

Ke depan, pengembangan kawasan ini diharapkan dapat dilakukan secara bertahap, baik melalui dana desa maupun sumber pendanaan lainnya, dengan tetap mengedepankan aspek pelestarian.

“Berbagai temuan ODCB di Kamulan kini menjadi petunjuk penting yang membuka kembali jejak peradaban masa lalu di wilayah tersebut, sekaligus memperkaya khazanah sejarah Trenggalek, “ pungkasnya. (jaz/c1/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#fragmen arca #sendang kamulyan #Objek Diduga Cagar Budaya #desa kamulan #prasasti