KOTA, Radar Trenggalek – Sejumlah destinasi wisata yang berada di kawasan hutan di Kabupaten Trenggalek belum sepenuhnya pulih setelah terdampak oleh adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 silam.
Bahkan, beberapa di antaranya kini sudah tidak lagi dikelola dan berhenti beroperasi sebagai destinasi wisata lagi.
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disprbud) Trenggalek, Toni Widianto mengatakan, banyak objek wisata yang sebelumnya bekerja sama dengan Perhutani mengalami penurunan aktivitas sejak pandemi.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pengelola tidak melanjutkan kerja sama yang telah berjalan sebelumnya. “Usai Covid banyak collapse, tidak diurusi lagi. Akhirnya tidak ada yang memperpanjang kerja samanya,” ujarnya, Kamis (18/6).
Baca Juga: Dari Pantai Cengkrong, DLH Kampanyekan Pengelolaan Sampah Mandiri Bersamaan Launching Trenggalek Asri, Tekankan Kelola Sampah Dimulai dari Diri
Menurut Toni, kondisi itu terjadi bahkan sebelum muncul perubahan kebijakan pengelolaan kawasan hutan dari Perhutani ke Kementerian Kehutanan.
Dengan demikian, berhentinya aktivitas sejumlah destinasi lebih dipengaruhi faktor operasional dan keberlanjutan pengelolaan dibanding perubahan regulasi terbaru.
Beberapa lokasi yang dahulu dikenal sebagai tujuan wisata berbasis kawasan hutan kini tidak lagi aktif. Akibatnya, jumlah destinasi yang beroperasi secara rutin semakin berkurang.
Sementara itu, pemerintah daerah saat ini lebih berfokus pada pengembangan destinasi yang berada dalam pengelolaan langsung disparbud.
Baca Juga: Upaya Optimalisasi Kunjungan Tak Signifikan
Terdapat lima objek wisata utama menjadi perhatian pemkab, yakni Pantai Prigi, Pantai Karanggongso, Gua Lowo, Pantai Pelang, dan Hutan Kota.
Toni menjelaskan, setiap destinasi memiliki segmen pasar yang berbeda. Karanggongso, misalnya, lebih diminati wisatawan yang mencari wahana air.
Sedangkan untuk Pantai Prigi, Gua Lowo, dan Pelang lebih banyak menyasar komunitas maupun kegiatan kelompok untuk mengadakan kegiatan di kawasan wisata tersebut.
Ditambah dengan kondisi anggaran disparbud yang terbatas, kini optimalisasi destinasi wisata yang masih aktif merupakan pilihan utama.
Selain itu, juga memperkuat promosi melalui media digital dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Trenggalek. (tra/c1/din)
Editor : Isna Dzikirianti