KOTA, Radar Trenggalek – Di sisi lain, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek membantah tudingan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (23/6). Pasalnya, dalam RDP tersebut, Dispora seakan menolak kegiatan yang diajukan Askab PSSI terkait penggunaan stadion.
Organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru terbentuk awal tahun 2026 ini menyebut tidak ada penolakan, tetapi persoalan jadwal yang telah lebih dulu dipesan pihak lain.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin menggunakan fasilitas stadion selama memenuhi persyaratan administrasi.
“Pada prinsipnya kami tidak pernah menolak kegiatan apa pun selama syarat administrasinya terpenuhi,” ujarnya.
Menurut dia, polemik yang muncul lebih disebabkan oleh miskomunikasi antara pihak pelaksana kegiatan dan Dispora. Dalam surat balasan yang dikirimkan kepada panitia Piala Soeratin, tidak terdapat unsur penolakan.
“Di surat kami sudah jelas, tidak ada penolakan. Kami hanya memberitahukan bahwa pada tanggal yang diajukan itu sudah ada pihak lain yang lebih dulu menyewa stadion,” jelasnya.
Baca Juga: Pengawasan Program MBG Masih Lemah, Tak Cukup Dilanjutkan, PMII Minta Awasi dan Evaluasi Total
Arief menegaskan bahwa sebagai pengelola fasilitas, Dispora tidak memiliki kewenangan untuk secara sepihak membatalkan penyewa yang telah lebih dahulu melakukan pemesanan.
“Tidak bisa serta-merta kami membatalkan penyewa yang sudah ada. Harus ada komunikasi antara pihak penyewa dan panitia pelaksana,” tegasnya.
Dalam rapat bersama DPRD, Dispora juga telah menyampaikan posisi tersebut sekaligus menegaskan komitmen untuk tetap memfasilitasi semua pihak yang ingin menggunakan stadion.
Dengan adanya polemik ini, Dispora berharap ke depan ada sinergi yang lebih baik antara pengelola fasilitas dan penyelenggara kegiatan sehingga tidak terjadi benturan jadwal yang berujung pada terganggunya agenda olahraga di Trenggalek.
“Kami siap memfasilitasi siapa pun yang akan menggunakan stadion, termasuk kegiatan dari PSSI. Tapi memang harus ada koordinasi dan komunikasi yang baik antarpihak,” imbuh pria yang saat ini masih menjabat sebagai Kabag Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek ini. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana