Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fragmen di Sendang Kamulyan Mengarah pada Fungsi Penampungan Air, Bisa Saluran Air atau Bak Kontrol

Zaki Jazai • Rabu, 24 Juni 2026 | 10:44 WIB
MASIH DUGAAN: Bentuk struktur batu bata di area Sendang Kamulyan yang besar kemungkinan merupakan penampungan air.  ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK
MASIH DUGAAN: Bentuk struktur batu bata di area Sendang Kamulyan yang besar kemungkinan merupakan penampungan air. ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK

DURENAN, Radar Trenggalek – Temuan struktur bata di kawasan Sendang Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, memunculkan dugaan baru terkait fungsi situs tersebut. Pasalnya, para penggiat sejarah di Bumi Menak Sopal menduga lokasi itu merupakan bagian dari sistem penampungan air pada masa lampau. Hal ini seperti yang diungkapkan Ketua Penggiat Sejarah Trenggalek (Pesat), Harmaji.

Menurut dia, berdasarkan pengamatan sementara, struktur yang ditemukan menyerupai fragmen sistem pengairan. Namun, fungsi pastinya masih belum dapat dipastikan.

“Dugaan sementara ini seperti fragmen pengairan. Bisa jadi saluran air atau mungkin bak kontrol, tapi masih kami dalami,” ujarnya.

Dia menjelaskan, struktur tersebut memiliki indikasi sebagai bagian dari sistem yang mengatur aliran air.

Baca Juga: Penumpang Beri Ongkos Lebih sebagai Kompensasi, Trenggalek– Surabaya Tetap Rp 55 Ribu

Bahkan ditemukan pula bagian yang menyerupai arung, yakni konstruksi buatan manusia yang digunakan untuk mencari atau mengalirkan sumber air bawah tanah. 

“Di bagian bawah tadi kami menemukan seperti arung, meskipun ukurannya kecil. Ada saluran yang tampak terhubung antarbagian, seperti menuju penampungan,” jelasnya.

Menurut Harmaji, keterhubungan antarstruktur itu memperkuat dugaan bahwa kawasan Sendang Kamulyan berfungsi sebagai tempat penampungan air yang terintegrasi.

“Kami menduga ini semacam penampungan. Ada beberapa titik yang saling terhubung oleh aliran air,” katanya.

Meski demikian, dia menegaskan, kesimpulan tersebut masih bersifat sementara. Dia masih terus melakukan kajian untuk memastikan apakah struktur itu merupakan selepan, bak kontrol, atau bagian lain dari sistem pengairan kuno.

Sementara itu, proses pengungkapan struktur di lokasi tidak berlangsung mudah. Tim membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk menguras air dari kubangan yang menutup struktur bata tersebut.

“Setelah air surut, bentuk asli struktur mulai terlihat lebih jelas, memperlihatkan susunan bata yang diduga merupakan peninggalan masa lampau,” ujar pria yang juga merupakan Wakil Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jawa Timur ini.

Sementara itu, kawasan Sendang Kamulyan sendiri memiliki nilai historis penting. Di lokasi yang sama, kemungkinan besar Prasasti Kamulan pernah ditemukan.

Baca Juga: 3.000 Mitra MBG Turun Jalan Dewan Sepakat Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat

Prasasti tersebut sempat dibawa ke Tulungagung sebelum akhirnya dikembalikan ke Trenggalek.

Dalam prasasti itu tercatat 31 Agustus 1194 Masehi atau 1116 Saka, yang kemudian dijadikan dasar penetapan hari jadi Kabupaten Trenggalek.

Temuan struktur di Sendang Kamulyan ini diharapkan dapat membuka kembali pemahaman tentang sistem pengelolaan air pada masa lalu sekaligus memperkaya jejak sejarah di Bumi Menak Sopal. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Harmaji #sendang kamulyan #pesat #trenggalek #durenan