KOTA, Radar Trenggalek – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Trenggalek memastikan bahwa ketersediaan tenaga bidan di wilayah Trenggalek hingga kini masih mencukupi untuk melayani masyarakat.
Saat ini tercatat 532 bidan tergabung sebagai anggota IBI Trenggalek dan tersebar di berbagai fasilitas kesehatan yang ada.
Ketua IBI Kabupaten Trenggalek, Suharti, mengatakan bahwa dari segi kewilayahan, distribusi tenaga bidan sudah relatif merata dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.
Dia menjelaskan bahwa keberadaan bidan tidak hanya berada di rumah sakit dan klinik, tetapi juga telah menjangkau seluruh desa.
“Ada 532 anggota IBI. Insya Allah, selama ini sudah mencukupi. Dari segi kewilayahan juga sudah merata, tidak seperti dulu,” ujarnya.
Baca Juga: Kamulan Diduga Kawasan Peradaban Tua Banyak Benda Bersejarah Ditemukan
Menurut dia, perkembangan pendidikan kebidanan turut mendukung pemerataan tersebut.
Banyaknya lembaga pendidikan yang membuka pendidikan di bidang kebidanan juga membuat minat masyarakat untuk menjadi bidan tetap tinggi.
Dengan begitu, kebutuhan tenaga kesehatan di daerah, khususnya Trenggalek, dapat terpenuhi.
Suharti menjelaskan, kini bidan dapat ditemui di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari desa, puskesmas, klinik, hingga rumah sakit. Bahkan masih terdapat lulusan kebidanan yang belum terserap ke dunia kerja.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa penilaian kebutuhan tenaga bidan berdasarkan formasi dan kebutuhan fasilitas kesehatan menjadi kewenangan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB).
Sementara dari sisi organisasi profesi, ketersediaan bidan dinilai masih memadai untuk melayani masyarakat.
Pada momentum Hari Bidan Nasional dan HUT Ke-75 IBI tahun ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya peran bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.
"Tentunya saya berharap kepada para bidan yang ada di Indonesia itu. Saya harap IBI ini tetap solid, tetap kompak, dan bisa bermanfaat untuk masyarakat," tuturnya.
Suharti juga mengingatkan semua bidan untuk meningkatkan kompetisi.
Dengan hal tersebut, diharapkan pelayanan para bidan dapat sesuai dengan SOP dan bermanfaat.
"Mari kita meningkatkan kompetensi kita, keterampilan kita. Sehingga kita bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan standar, sesuai dengan SOP, sehingga bisa membantu bidang-bidang kita, termasuk menurunkan angka kematian bayi maupun angka kematian ibu. Dan juga bisa menurunkan prevalensi stunting," pungkasnya.(tra/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana