Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Polemik Stadion, Askab PSSI Wadul ke DPRD Kompetisi Sepak Bola Terancam Terganggu Penataan Ulang Mekanisme Penggunaan

Zaki Jazai • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:06 WIB
CARI JALAN TENGAH: RDP untuk menyelesaikan jadwal penggunaan stadion antara Askab PSSI dan Dispora di DPRD, kemarin. ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK
CARI JALAN TENGAH: RDP untuk menyelesaikan jadwal penggunaan stadion antara Askab PSSI dan Dispora di DPRD, kemarin. ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK. 

KOTA, Radar Trenggalek – Polemik penggunaan stadion antara Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Trenggalek dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek mencuat. Pasalnya, Askab tidak bisa menggunakan Stadion Menak Sopal untuk agenda Piala Soeratin U-13 dan U-15 serta Piala Kemerdekaan antarpelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Trenggalek dengan alasan telah digunakan pihak lain.

Bahkan personal tersebut sampai dibawa ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek lantaran dinilai menghambat agenda pembinaan sepak bola di daerah. Hal tersebut dibuktikan dengan rapat dengan pendapat (RDP) antara Askab PSSI, dispora, dan KONI, Selasa (23/6).

Hal itu dilakukan lantaran PSSI merasa kesulitan mendapatkan izin penggunaan stadion untuk menggelar sejumlah kompetisi yang telah dirancang sejak awal tahun.

“Kami sudah menjadwalkan sejak Februari, termasuk Piala Soeratin U-13 dan U-15 serta Piala Kemerdekaan antarpelajar. Tapi saat mengajukan penggunaan stadion, justru tidak bisa karena sudah dipakai pihak lain,” ujar perwakilan Pengurus Askab PSSI Trenggalek, Irfan Firdianto.

Baca Juga: Dispora Tak Menolak Kegiatan PSSI, Sebut Terkendala Jadwal Penyewa

Menurut dia, pada jadwal pelaksanaan Piala Soeratin, yakni 23 dan 24 Juni serta 2 Juli, stadion dinyatakan telah dipesan. Hal serupa juga terjadi pada agenda pelajar yang direncanakan berlangsung 20 hingga 27 Juli.

Kondisi tersebut membuat Askab PSSI terpaksa menunda agenda, bahkan berpotensi menggagalkan program kerja yang telah disusun. “Ini jelas menghambat. Bahkan hari ini (kemarin, Red) kami sudah menunda satu hari untuk pelaksanaan Piala Soeratin U-15,” jelasnya.

Irfan menilai polemik ini muncul karena tidak adanya koordinasi antara Dispora sebagai pengelola stadion dan Askab PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di daerah.

Baca Juga: Fragmen di Sendang Kamulyan Mengarah pada Fungsi Penampungan Air, Bisa Saluran Air atau Bak Kontrol

“Informasi yang kami terima, stadion dipakai klub sepak bola. Tapi tidak ada komunikasi dengan kami. Padahal semestinya ada koordinasi,” tegasnya.

Dia menambahkan, meski kewenangan penggunaan stadion berada di Dispora, seharusnya Askab PSSI tetap dilibatkan, terlebih jika digunakan untuk kegiatan sepak bola.

 “Secara organisasi, kami ini induk cabang olahraga sepak bola. Idealnya, penggunaan stadion untuk sepak bola sepengetahuan kami,” imbuhnya.

Lebih jauh, Irfan juga menyoroti adanya klub yang menggunakan stadion, namun belum terdaftar atau tidak aktif sebagai anggota Askab PSSI. Hal ini dinilai semakin memperkeruh polemik.

“Yang terdaftar aktif hanya satu, sementara ada klub lain yang menggunakan tapi belum terdaftar atau sudah tidak aktif,” katanya.

Atas polemik tersebut, Askab PSSI Trenggalek akhirnya mengadu ke DPRD dengan harapan ada solusi dan penataan ulang mekanisme penggunaan stadion agar tidak merugikan agenda pembinaan olahraga.

“Kami berharap ada kejelasan aturan dan koordinasi ke depan supaya kegiatan pembinaan sepak bola di Trenggalek bisa berjalan dengan baik,” tandas pria yang menjabat sebagai Komite Disiplin Askab PSSI Trenggalek ini. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#dispora trengggalek #Polemik penggunaan stadion #askab PSSI #dprd trenggalek #pssi