Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pengelolaan Wisata Tak Bisa Jalan Sendiri, Harus Bangun Kolaborasi

Zaki Jazai • Senin, 29 Juni 2026 | 10:07 WIB
SINERGI LINTAS SEKTOR: Pantai Pasir Putih  merupakan destinasi wisata yang ramai dikunjungi dan perlu kolaborasi untuk meningkatkan daya tarik. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
SINERGI LINTAS SEKTOR: Pantai Pasir Putih merupakan destinasi wisata yang ramai dikunjungi dan perlu kolaborasi untuk meningkatkan daya tarik. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek harus bisa mendorong kolaborasi lintas pelaku wisata. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tarik destinasi di Bumi Menak Sopal, khususnya menjelang musim libur sekolah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbud Trenggalek, Tony Widianto menegaskan, pengelola destinasi tidak bisa lagi berjalan sendiri. Sinergi dengan biro perjalanan, hotel, restoran, hingga pelaku usaha lain menjadi kunci untuk menghadirkan paket wisata yang lebih menarik dan terintegrasi.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata untuk saling bergandengan tangan dan berkolaborasi. Jangan hanya fokus menjual produk atau tempat sendiri,” ujar Tony Widianto.

Baca Juga: 81 PNS Pemkab Trenggalek Terima Penghargaan Pensiun, Bupati Serahkan SK Mulai Sekda dan Guru

Menurut dia, pola wisata saat ini telah berubah. Wisatawan tidak hanya datang ke satu lokasi, tetapi membutuhkan pengalaman perjalanan yang utuh, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga aktivitas wisata dalam satu rangkaian.

Karena itu, disparbud telah menggelar forum rembuk wisata yang mempertemukan berbagai pelaku usaha pariwisata. Dalam forum tersebut, pelaku wisata diminta membangun jejaring kerja sama untuk menyusun paket wisata terpadu.

“Mulailah mengenalkan destinasi lain, hotel, restoran, hingga layanan wisata pendukung yang ada di Trenggalek. Dengan begitu, wisatawan bisa tinggal lebih lama dan perputaran ekonomi juga meningkat,” jelasnya.

Selain kolaborasi, disparbud juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan standar pelayanan. Hal ini dinilai penting agar pengalaman wisatawan tetap positif saat jumlah kunjungan meningkat.

Baca Juga: Polemik Stadion, Askab PSSI Wadul ke DPRD Kompetisi Sepak Bola Terancam Terganggu Penataan Ulang Mekanisme Penggunaan

Di sisi lain, promosi wisata juga terus diperkuat dengan menyasar pasar potensial, seperti sekolah-sekolah di wilayah Kediri, Jombang, dan Mojokerto. Strategi ini dinilai efektif untuk menarik wisatawan rombongan selama musim liburan.

Momentum libur sekolah tahun ini juga didukung potensi wisata musiman, seperti panen durian di Desa Wisata Durensari, Kecamatan Watulimo. Paket wisata berbasis desa ini diharapkan bisa menjadi daya tarik tambahan.

Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, disparbud optimistis sektor pariwisata Trenggalek tidak hanya mengalami peningkatan kunjungan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Langkah ini sekaligus menjadi upaya kami dalam memperkuat daya saing destinasi wisata Trenggalek di tengah persaingan antardaerah yang semakin ketat,“ jelas Toni. (jaz/c1/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#Bumi Menak Sopal #kolaborasi lintas pelaku wisata #menyasar pasar potensial #sektor pariwisata Trenggalek #Disparbud Trenggalek